Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum PSSI, Muhammad Iriawan dan Wakil Ketua PSSI Iwan Budianto mendatangi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Jatim. Dengan dikawal ketat sekelompok pria berbadan tegap, keduanya datang bersamaan. Kedua pimpinan PSSI ini dipanggil sebagai saksi dalam Tragedi Kanjuruhan.
Ketua Umum PSSI, yang kerap dipanggil dengan Iwan Bule dan juga Iwan Budianto, tidak sepatah pun memberikan keterangan sepatah katapun. Keduanya langsung masuk ke ruang penyidik Ditreskrimum Polda Jatim.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyono, dalam keterangan kepada awak media membenarkan bahwan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum, Kamis siang Penyidik Direskrimum Polda Jatim akan mwmintai keterangan keduanya sebagai kasus tragedi Kanjuruhan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
“Pada hari ini kami akan menyampaikan update tentang perkembangan penyidikan dari tim investigasi, rencana hari ini akan memintai keterangan ketua PSSI bapak MI dan kemudian wakil ketua umum Bapak IB, beliau sudah memberikan konfirmasi dan komunikasi rencana hari ini beliau-beliau ini bersedia untul memberikan keterangan ke penyidik,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Kamis (20/10/2020).
Untuk diketahui, dalam kasus tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 133 korban dari suporter Aremania itu, penyidik telah menetapkan 6 tersangka yakni Dirut LIB Ahmad Hadian Lukita Abdul Haris selaku Ketua Panpel Arema, Suko Sutrisno selaku Security Officer Arema FC, WS selaku Kabagops Polres Malang, H selaku Danki 3 Brimob Polda Jatim dan BSA selaku Kasat Samapta Polres Malang. [uci/but]






