Malang (beritajatim.com) – Dampak banjir bandang di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, hingga Rabu (19/10/2022) sore ini sebanyak 21 kepala keluarga (KK) masih mengungsi.
Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso mengatakan, sebanyak 21 KK yang mengungsi tersebut, karena rumahnya belum bisa ditempati. Rumah mereka rusak akibat terjangan banjir bandang.
“Dari 21 KK warga yang mengungsi itu, 1 KK berjumlah 6 orang mengungsi di Balai Desa Pujiharjo. Dua diantaranya adalah warga dengan usia lanjut,” kata Hendik, Rabu (19/10/22).
Sedangkan sebanyak 20 KK, memilih mengungsi di rumah saudara. Mereka menunggu rumahnya selesai diperbaiki.
Sekadar informasi, bencana alam banjir bandang menerjang Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Senin (17/10/22) lalu. Air bercampur lumpur, batu dan kayu dari bukit menerjang perkampungan warga.
Banjir bandang terjadi, karena jembatan dan tanggul sungai jebol karena tidak kuat menahan derasnya air. Total lebih dari 365 warga yang terdampak akibat banjir bandang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-malang-selatan”]
Selain menggenangi dan merusak sebagian rumah warga, banjir bandang itu juga membuat beberapa fasilitas umum rusak. Seperti pagar masjid dan bahkan bangunan TPQ hanyut terbawa banjir bandang.

Menurut Hendik, sejauh ini proses bantuan dan logistik sudah bisa diterima warga yang terdampak. Hanya saja, warga desa masih membutuhkan pakaian bersih, selimut dan keperluan memasak. “Hari ini kita dapat bantuan logistik dari relawan Kota Batu berupa satu pikep sayur mayur,” tuturnya.
Hendik menambahkan, untuk proses pembersihan material banjir bandang masih terus dilakukan. “Kami membutuhkan alat berat yang memadai. Karena material longsor sangat banyak. Berupa gelondongan kayu, batu dan juga lumpur. Ada alat berat ukurannya kecil. Sehingga prosesnya cukup lama,” pungkas Hendik. (yog/ted)






