Mojokerto (beritajatim.com) – Tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim melakukan disposal (pemusnahan bom) terhadap tiga bom militer di Petak 45 KRPH Kedung Lumpang BKPH Jabung KPH Jombang tepatnya di Dusun Bancang, Desa Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Selasa (18/10/2022).
Tiga bom militer ini sebelumnya diserahkan warga ke Polsek Trowulan. Empat anggota Tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim bersama anggota Polsek Trowulan, Koramil Trowulan membawa tiga bom militer ke lokasi yang sudah ditentukan.
Disposal dilakukan dengan cara menyiapkan bahan peledak, sementara petugas dari Polsek Trowulan mengamankan lokasi agar warga tidak melintas saat bom diledakkan. Ada tiga bom militer, dua jenis proyektir dengan ukuran 9 cm dan panjang 41
Dan satu mortir dengan ukuran 8 cm dan panjang 26 cm. Ketiga bom militer tersebut memiliki ledakan hingga radius kurang lebih 500 meter hingga 1 km. Sebelumnya, petugas membuat lubang untuk digunakan sebagai lokasi disposal. Ketiga bom militer tersebut dimasukkan ke dalam lubang tersebut.
Setelah menyiapkan, dengan mengambil jarak sekitar 100-150 meter, ketiga bom militer tersebut dilakukan disposal. Petugas memberikan tanda peringatan dengan suara dan sirine agar warga sekitar lokasi bisa berlindung.
Disposal tiga bom militer tersebut juga disaksikan Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Pakis, Kepala Desa (Kades) Pakis serta tokoh masyarakat. Disposal tiga bom militer tersebut memakan waktu sekitar dua jam lamanya.
Kapolsek Trowulan, Kompol Imam Mahmudi mengatakan, tiga bom militer tersebut diserahkan dari masyarakat Desa Balongwono. “Sebelumnya di simpan di gudang. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kami arahkan untuk disposal dengan Brimob Polda Jatim,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”teroris”]
Masih kata Kapolsek, tiga bom militer tersebut diperkirakan jaman penjajahan antara Belanda dan Jepang. Karena ketiga bom militer tersebut masih aktif sehingga pihak Polsek Trowulan berkoordinasi dengan Jibom Tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim.
“Karena masih aktif, masih berbahaya untuk kita. Pemilihan lokasi, kami melaksanakan disposal di Desa Pakis dan disediakan semacam lubang. Masyarakat kita amankan kurang lebih 500 meter dari lokasi disposal ini,” jelasnya. [tin/but]







