Jombang (beritajatim.com) – LSPT (Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng) Jombang bekerjasama dengan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) setempat menggelar sunatan massal, Minggu (16/10/2022). Acara dalam memperingati 77 tahun resolusi jihad tersebut digelar di RS (Rumah Sakit) Hasyim Asyari, Tebuireng.
Sekitar 70 anak yang mengikuti khitan massal itu. Sejak pagi mereka sudah memadati halaman rumah sakit yang berdekatan dengan komplek parkiran makam KH Abdurrahman Wahid itu. Anak-anak yang berpakaian putih itu kemudian dipanggil ke ruangan secara bergelombang.
Di ruangan rumah sakit itu, tempat tidur ditata berjajar. Satu anak, menempati satu tempat tidur. Di dekat tempat tidur, tenaga medis sudah menunggu. Saat dilakukan khitan, beragam ekspresi ditunjukkan oleh anak-anak yang masih duduk di SD (Sekolah Dasar) ini. Ada yang memejamkan mata, ada pula yang asyik bermain ponsel (telepon seluler.
Bahkan ada yang dipegangi tangan dan kakinya oleh orangtua yang mengantar. Tujuannya, agar si anak tidak meronta. Sudah begitu wajah si anak juga ditutupi menggunakan peci hitam. Sejurus kemudian terdengar suara anak-anak menangis. “Jangan menangis, tidak sakit kok,” kata seorang pria yang menunggi anaknya.
Yadatul Khoir Alfarisi (12), keluar dari ruangan dengan mata sembab. Dia didampingi kakak dan ayahnya. Sarung dan baju putih yang dipakainya masih baru. Sedangkan peci hitam yang bertengger di kepalanya nampak kebesaran. Murid kelas VI SDN Kaliwungu Jombang ini kemudian antre mengambiil obat. “Tadi dia menangis saat dikhitan. Padahal, beberapa hari sebelum acara ini, dia sendiri yang minta khitan,” ujar ayahanda dari Yadatul, Ainul Fuad.
Berbeda dengan Oki Nurudin (11), warga Kecamatan Kesamben. Saat keluar dari ruangan Oki didampingi sang ayah. Tak ada ketegangan di wajah Oki. Bocah kelas V SD ini malah mengumbar senyum sembari tangannya menenteng bingkisan dari panitia. Peci hitam yang dipakai Oki juga nampak kedodoran. “Tidak sakit saat dikhitan. Hanya terasa senut,” katanya polos.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pesantren-tebuireng”]
Yadatul dan Oki adalah dua bocah dari sekitar 70 peserta khitan massal di RS Hasyim Asyari Tebuireng Jombang. Menurut Ketua LSPT Afif Abdul Rohim, khitan massal tersebut dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2022 dan Resolusi Jihad yang ke-77. Selain itu, juga dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang yang ke-112.
Dalam kegiatan itu, LSPT bekerjasama dengan Baznas Kabupaten Jombang. Walhasil, animo masyarakat sangat tinggi dalam kegiatan itu. Tercatat sekitar 70 anak mendaftar. “Mereka berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Jombang yakni, Kecamatan Diwek, Jogoroto, Sumobito, dan Kecamatan Kesamben. Peserta khitanan massal mendapatkan baju, peci, sarung, dan uang saku dari panitia. Juga ada tambahan dari Bu Nyai Farida (istri mendiang KH Salahuddin Wahid),” ujar Afif.

Nyai Farida Salahuddin Wahid juga hadir di acara itu. Dia didampingi Ketua Baznas Jombang Didin A Sholahudin. Nyai Farida menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada salah satu peserta. Istri almarhum Gus Sholah ini mengatakan, khitanan massal sengaja digelar di Rumah Sakit Hasyim Asy’ari. Hal itu untuk mengingatkan kembali bahwa cita-cita Gus Sholah semasa hidup adalah mendirikan rumah sakit tersebut. Cita-cita itu akhirnya terwujud. Namun saat RS Hasyim Asyari berdiri, Gus Sholah sudah berpulang.
“Selangkah lagi RS Hasyim Asyari ini berperasi. Tinggal menunggu keluarnya izin operasional. Gus Sholah sendiri baru sempat melihat pondasi dari rumah sakit ini. Namun Tuhan berkehendak lain, Gus Sholah wafat (Februari 2020). Jadi kami teruskan cita-cita tersebut. Mudah-mudahan kita bisa meneruskan sampai pembukaan resmi,” tutur Nyai Farida. [suf]






