Gresik (beritajatim.com)- Keberadaan Bus Trans Jatim di Gresik disambut antusias oleh masyarakat. Moda transpotasi darat itu, kini menjadi andalan masyarakat. Halte-halte banyak dijejali oleh penumpang. Sehingga, Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim menambah jumlah halte.
Nantinya, tambahan halte itu berada di dekat gapura perbatasan Gresik-Surabaya, tepatnya arah Romokalisari. Terdapat dua halte baru di lokasi tersebut, yakni di sisi timur dan barat jalan. Saat ini, halte tersebut dalam proses pembangunan. “Tambahan halte itu sudah rencana lama untuk pengembangan transportasi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik Tarso Sugito, Minggu (16/10/2022).
Halte itu, lanjut dia, akan digunakan untuk fasilitas para pekerja pabrik di sekitarnya. Namun, untuk masyarakat pun tidak menutup kemungkinan juga bisa memanfaatkan fasilitas ini. “Kalau disini ada tidak perlu jauh ke halte Stadion Gejos,” ujarnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bus-trans-jatim”]
Tarso menambahkan, tambahan halte ini diharapkan bisa memaksimalkan pelayanan bus yang setiap hari melintas. Apalagi, seiring berjalan penumpang Bus Trans Jatim ini semakin banyak, terutama bagi para pekerja. “Titiknya sudah ada sejak dulu, tapi baru dibangun sekarang,” imbuhnya.
Seperti diketahui, sebelumnya ada enam halte pemberhentian Bus TransJatim di Kabupaten Gresik. Yakni Halte Gelora Joko Samudro (Gejos), Halte Simpang Empat Sentolang, Halte RS Semen Gresik, Halte Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Halte RSUD Ibnu Sina, dan Terminal Bus Bunder.
Sekarang jumlahnya bertambah menjadi tujuh tempat pemberhentian, setelah halte di dekat gapura perbatasan selesai digarap. Kerangka halte sudah terpasang. Namun, belum selesai secara keseluruhan.
Dengan tarif Rp 5.000 per orang, masyarakat bisa memanfaatkan kenyamanan Bus Trans Jatim. Pasalnya, moda traspotasi darat itu melayani dari Terminal Bunder Gresik, Surabaya lalu berlanjut ke Terminal Porong, Sidoarjo setiap hari. [dny/kun]






