Magetan (beritajatim.com) – Belakangan masih banyak pengunjung Telaga Sarangan yang mengeluhkan kinerja penarik tiket di Telaga Sarangan. Bahkan, salah satu akun instagram konten kreator yang berbasis di Magetan sempat menuliskan jika beberapa warganet yang mengeluhan perihal jumlah tiket yang diterima tidak sesuai dengan jumlah yang dibayarkan.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan pun angkat bicara. Imbauan untuk bekerja secara jujur selalu digaungkan oleh dinas yang dikepalai oleh Joko Trihono tersebut pada para penarik tiket. Sekaligus, ada beberapa spanduk kuning dengan tulisan hitam yang berisi peringatan pada pengunjung untuk mencocokkan jumlah dan jenis tiket yang diterima dengan jumlah uang yang dibayarkan.
Kepala Bidang Pengelolaan pariwisata Disparbud Magetan Eka Radityo membenarkan soal imbauan pada pekerja penarik tiket di Sarangan dan pemasangan spanduk peringatan untuk para pengunjung. Pun, dia meminta pengunjung untuk selalu segera menanyakan pada petugas jika jumlah tiket yang diterima tidak sesuai dengan nominal yang dibayarkan. Jika perlu bisa lapor ke dinas atau lapor polisi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”telaga-sarangan”]
“Tentu saja sudah sering kami sampaikan ke petugas petugas kami, Mbak. Tapi seharusnya kalau ada kejadian seperti itu bisa disampaikan ke kami dengan bukti-buktinya. Sehingga kami bisa menindaklanjuti dan memberikan sanksi yang tegas kepada petugas tersebut. Bahkan kalau perlu silakan dilaporkan ke penegak hukum,” kata Eka pada beritajatim.com, Sabtu (15/10/2022)
Dia mengakui jika sudah ada pembayaran non tunai yang sudah disiapkan beserta kode QR. Namun, jarang sekali yang menggunakan. Padahal, dengan itulah para pengunjung bisa memberikan bukti jika jumlah tiket yang didapat tidak sesuai dengan nominal yang dibayar. “Sudah ada QRIS yang kami pasang di sana. Seharusnya bisa dimanfaatkan bagi yang tidak memiliki uang tunai dan tidak sempat ke ATM untuk ambil uang. Ini pun juga bisa dijadikan bukti bayar yang sah,” katanya.
Belakangan, Disparbud juga bakal menerapkan tiket elektronik untuk masuk kawasan wisata Telaga Pasir, namun belum kunjung dimulai dengan alasan penyempurnaan sarpras. “Pada P-APBD ini dianggarkan untuk perbaikan sistem dan penambahan alat, Mbak. Jadi sebelum akhir tahun Insha Allah sudah bisa terlaksana,” pungkasnya. [fiq/suf]






