Sumenep (beritajatim.com) – Kabupaten Sumenep telah mendapat pengakuan UNESCO sebagai daerah dengan jumlah mpu atau pembuat keris terbanyak di dunia. Saat ini diperkirakan jumlah mpu keris di Sumenep mencapai 700 orang.
Bupati Sumenep, Ach. Fauzi mengatakan, untuk memperkuat ikon Sumenep sebagai ‘Kota Keris’, pihaknya berencana akan membangun monumen keris di pintu masuk Kota Sumenep.
“Jadi orang kalau akan masuk ke Sumenep, nantinya bisa langsung melihat ikonnya Sumenep, yakni monumen keris. Kami sudah merancang bentuk dan ukuran monumen keris itu. Tinggal realisasinya saja,” katanya, Jumat (14/10/2022).
Selain itu, Bupati juga mendukung penuh untuk upaya-upaya agar Desa Aeng Tongtong, sentra pembuatan keris di Sumenep, menjadi destinasi wisata yang ikonik. Apalagi Sumenep telah mendapat pengakuan UNESCO.

“Untuk memperkuat pengakuan UNESCO, kita memang harus melakukan banyak hal berkaitan dengan pengenalan keris pada khalayak luas. Salah satunya dengan menggelar pameran dan bursa keris seperti sekarang ini,” ujarnya.
Pameran dan bursa keris digelar di depan ‘Labang Mesem’ Keraton Sumenep. Acara yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Sumenep tersebut dibuka langsung oleh Sekjen Senopati Nusantara, Hasto Kristiyanto.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sumenep”]
“Ini merupakan kehormatan dan kebahagiaan kami, pameran dan bursa keris bisa dihadiri langsung oleh Sekjen Senopati Nusantara. Terima kasih pak Hasto dan rombongan, telah bersedia hadir di Sumenep,” ucap Bupati.
Sementara Sekjen Senopati Nusantara, Hasto Kristiyanto mengatakan, Sumenep dinilai pantas menyandang gelar Kabupaten Keris Nusantara. Baginya, keris merupakan identitas kultural dan kebudayaan.
“Tosan Aji (keris: red) bukan sekedar produk biasa. Membuat tosan aji ini harus melalui olah batin, olah jiwa. Sumenep dengan jumlah mpu terbanyak di dunia memang pantas membuat tugu keris. Bahkan saya berharap juga ada monumen keris,” ucapnya. [tem/but]






