Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Ciputra (UC) Surabaya telah mewisuda ribuan mahasiswanya pada Jumat-Sabtu, 14-15 Oktober 2022. Pada wisuda ke-15 ini, Universitas Ciputra mengukuhkan wisudawan jenjang strata 1 (sarjana) dan pasca sarjana.
Tapi ada yang menarik dari serangkaian prosesi wisuda yang digelar di Convention Hall Ciputra World Surabaya tersebut. Di sesi kedua prosesi wisuda, setidaknya ada 350 wisudawan jenjang sarjana dan pascasarjana menampilkan tari tradisional, Ratoek Duek.
Bahkan tak hanya oleh para wisudawan. Tarian tersebut juga dilakukan bersama Senat Universitas Ciputra Surabaya.
Ketua Wisuda ke-15 Universitas Ciputra Surabaya, Widya Sari Hastuti menjelaskan, bahwa tarian ini sebagai gambaran perjuangan para wisudawan dalam melewati proses sampai lulus saat ini.
“Saat tarian dilakukan, lirik lagu dinyanyikan dimana arti lirik tersebut adalah proses perjuangan para wisudawan,” jelas Widya, Jumat (14/10/2022).
Ia juga menjelaskan, lewat tarian Ratoek Duek ini, diharapkan para wisudawan yang rata-rata merupakan generasi Z bisa tetap cinta terhadap budaya bangsa Indonesia. “Wisudawan yang adalah Gen Z ini, kita ajak untuk tetap cinta dengan budaya bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Ciputra Ir Yohannes Somawiharja menyampaikan selamat kepada para wisudawan. Dirinya berpesan, agar para wisudawan menerapkan nilai enterpreneurship di tengah masyarakat.
“Saatnya anda terjun ke masyarakat dan terapkan nilai entrepreneurship yang sudah anda pelajari selama 4 tahun ini. Setelah pandemi akan ada fenomena ekonomic boom, namun juga akan diikuti dengan resesi,” jelas Yohannes.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ciputra”]
Namun, Yohannes berharap, para wisudawan bisa memaksimalkan enterpreneurial skill bukan hanya untuk survive, tapi juga untuk melakukan banyak inovasi sehingga bisa menjawab kebutuhan saat terjadinya resesi.
Di sisi lain, Yohannes juga mengapresiasi perjuangan para wisudawan hingga berhasil lulus dengan berbagai capaian-capaiannya. “Tentu Anda berjuang keras untuk melewati tantangan dalam prosesnya, mengingat 2 tahun ini proses belajar mengalami perubahan karena pandemi,” tandasnya. [ipl/but]







