Malang (beritajatim.com) – Tragedi Kanjuruhan menjadi perhatian semua publik. Selain Komisi 3 DPR RI, kasus ini juga menjadi perhatian Anggota Komisi 7 DPR RI, Moreno Suprapto.
Moreno Soeprapto mendatangi Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis. (13/10/2022) sore lalu. Kedatangan Moreno bersama tim untuk melihat langsung lokasi pasca Tragedi Kanjuruhan. Titik pertama yang menjadi jujugan Moreno adalah Patung Singa Tegar. Di tempat ini, Moreno memanjatkan doa sembari menabur bunga dan syal Arema.
Kemudian dilanjutkan ke pintu 13. Dimana di pintu ini, banyak sekali korban Aremania dan Aremanita yang berjatuhan. Moreno kembali memanjatkan doa dan menabur bunga serta syal Arema. “Kami datang ke tempat insiden ini, dalam misi kemanusiaan dan berduka atas Tragedi Kanjuruhan. Kami berdoa untuk para korban,” ungkap Moreno.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
Dikatakannya, dalam Tragedi Kanjuruhan ini, bahwa Komisi 7 DPR RI memang tidak ada kolerasinya dengan olahraga. Tetapi Komisi 7 DPR RI membawa misi kemanusiaan dan berharap tidak ada lagi nyawa melayang pada saat menonton olahraga apapun.
Sebagai anggota DPR RI yang berangkat dari Dapil Malang Raya, Moreno akan ikut mengawal Tragedi Kanjuruhan ini. Ia mempercayakan proses penyidikan kasus ini kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang diketuai oleh Mahfud MD. “Kami (Komisi 7 DPR RI) percayakam kepada tim gabungan yang dipimpin Pak Mahfud MD. Kita tunggu hasil dari tim gabungan tersebut,” ujar Moreno.
Ia juga menegaskan, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Tragedi Kanjuruhan menjadi pembelajaran, khususnya pihak Kepolisian dan Panpel. “Semua harus bisa memahami peraturan FIFA tentang penyelenggaraan event. Seperti kapan dan menit berapa pintu harus dibuka sebelum pertandingan berakhir. Panpel dan pihak keamanan harus memahami betul,” pungkasnya. (yog/kun)






