Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Demokrat memerintahkan seluruh jajaran partai di kabupaten untuk memperkenalkan sosok Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden ke masyarakat.
Hal ini disampaikan Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPP Partai Nasdem, Charles Meikyansah, Kamis (13/10/2022). “Seluruh kader partai dari DPP, DPW, sampai DPD dan ranting wajib mengamankan dan mengikuti apa yang jadi arahan Ketua Umum,” katanya.
Nasdem saat ini berupaya menyosialisasikan keputusan Nasdem untuk mencalonkan Anies Baswedan dengan memasang alat-alat sosialisasi di tiap daerah hingga tingkat desa. “Kami ingin mengenalkan calon kami lebih awal untuk kemudian calon kami bisa menyampaikan, apa yang menjadi program-program kerjanya ke depan kalau ditunjuk dan menang dalam Pemilihan Presiden 2024 yang akan datang,” kata Charles.
[berita-terkait number=”5″ tag=”anies-baswedan”]
Simpul-simpul Partai Nasdem akan bergerak dengan seluruh simpul-simpul masyarakat dari berbagai kelompok untuk memenangkan Anies. “Ini akan dilakukan dengan komunikasi yang lancar, yang dari semua tingkatan itu digunakan untuk mendulang suara,” kata Charles.
Anies Baswedan sebelumnya menjabat Gubernur DKI Jakarta 2017-2022. Dia juga pernah menjadi Menteri Pendidikan pada era Presiden Joko Widodo. Rasyid Baswedan, ayah Anies, adalah pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Aliyah Rasyid, ibunya, adalah pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
“Darah pejuang dan guru mengalir dalam tubuh Anies,” kata Moch. Eksan, politisi Partai Nasional Demokrat dan pendiri Eksan Institute. ARBaswedan, kakek Anies, adalah anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), Wakil Menteri Penerangan kedua pada era Sutan Sjahrir dan ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Menurut Eksan, Anies mewarisi Islam Tarikat Nurkholishy dari Cak Nur, sapaan akrab Nurcholish Madjid, yang memadukan Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan dalam satu tarikan nafas. “Suatu kedunguan, menganggap Anies ‘Bapak Politik Identitas’ yang mengembangkan pemikiran intoleran dan mengusung ide Khilafah,” katanya.
“Narasi besar yang dikembangkan perihal melunasi janji kemerdekaan, tenun kebangsaan, pendidikan sebagai eskalator ekonomi, Indonesia mangajar, Indonesia menyala, kelas inspirasi, kualitas manusia Indonesia, pemahaman akar rumput dan kompetisi global,” kata Eksan. [wir/kun]






