Surabaya (beritajatim.com) – Bagi pecinta fashion, setiap tahun tentu tak ingin ketinggalan untuk mengikuti trend terbarunya. Menyikapi gejala itu, Yunita Kosasih menghadirkan busana-busana sustainable dengan teknik fabric.
Busana sustainable merupakan busana yang dibuat dengan memanfaatkan limbah kain. Hal ini dilakukan untuk mengurangi limbah kain atau tekstil yang semakin hari semakin menumpuk.
Salah satu desainer yang merancang busana sustainable, Yunita Kosasih mengatakan bahwa dirinya sebagai masyarakat fashion ingin berkontribusi dalam mengurangi sampah kain, bukan malah menambahnya.
Kali ini, ia pun mengeluarkan busana dengan tajuk ‘Fulcrum Dynamic’ yang mengambarkan kehidupan manusia mulai dari lahir hingga meninggalkan bumi dengan kedamaian.
“Disini saya pilih busana dengan full warna hitam. Sementara untuk detailnya mengunakan sisa kain produksi saya, yang dibuat motif bulat-bulat,” kata desainer asal Surabaya ini, Rabu (12/10/2022).
Kain perca atau sisa produksi tersebut, ia bentuk bulat dan satukan sama lain hingga menyerupai outer pada busana ready to wear rancangannya.
Menurutnya bukan pekara mudah menyatukan kain perca menjadi sesuatu yang enak dikenakan dan dilihat. “Menyatukan kain perca agar terlihat indah ini juga memiliki kesulitan tersendiri,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”fashion”]
Selain Yunita Kosasih, ada pula desainer Yuliana Wo yang mengunakan teknik serupa. Rancangan terbarunya kali ini juga berkonsep sustainable dengan tampilan casual.
“Sekarang bumi banyak sekali sampah tekstil, saya sebagai pengerak fashion tidak ingin merusak bumi lebih jauh lagi,” terangnya.
Rancangan busanannya yang didominasi warna putih dan abu-abu ini ditujukan untuk para wanita yang ingin tampil casual, tapi tetap terlihat glamour.
“Busana yang saya rancang kali ini juga bisa segala usia tinggal nanti disesuaikan ingin tampil bagaimana,” tandasnya. [way/but]






