Malang (beritajatim.com) – Tahlil dan Doa Bersama digelar Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Malang Selatan meliputi Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo dan Dampit (Amtirdam). Penasihat KKGO Amtirdam, Atok Akung S.Pd mengungkapkan, tujuan tahlil yang digelar di lokasi kejadian tewasnya 131 korban itu, sebagai bentuk keprihatinan atas tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu.
“Kehadiran para guru olahraga wilayah Amtirdam di stadion Kanjuruhan ini untuk melantunkan doa dan bacaan tahlil. Itu sebagai rasa duka yang dalam atas meninggalnya ratusan suporter Aremania maupun Aremanita. Semoga ratusan korban yang gugur di stadion Kanjuruhan ini mendapat tempat yang layak disisi-NYA, diterima segala amal ibadahnya serta diampuni atas segala dosanya,” ungkap Antok, Minggu (9/10/2022) siang.
Ditempat sama, Yayang selaku Ketua KKGO Amtirdam menyatakan, rasa prihatin serta belasungkawa atas tragedi yang merenggut nyawa ratusan korban jiwa itu. Yayang berharap, kedepan Aremania maupun Aremanita harus lebih jaya. “Semoga ini kejadian yang pertama dan terakhir kalinya. Kami sebagai guru PJOK yang notabene adalah olahraga akan selalu mendukung perjuangan dari Aremania maupun Aremanita yang ada saat ini,” tegas Yayang.
[berita-terkait number=”3″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Terpisah, Agus Junaidi perwakilan dari Aremania dan Aremanita Amtirdam mengaku sangat prihatin atas tragedi olahraga dan kemanusiaan ini. Disinggung terkait penerimaan santunan para korban untuk wilayah Amtirdam, pihaknya mengaku belum tahu kepastiannya.
Namun demikian, tambah Agus, sudah ada sebagian korban yang sudah menerima santunan tersebut. “Semoga kejadian ini tidak kembali terulang dalam dunia persepakbolaan kita,” tuturnya. [yog/suf]






