Surabaya (beritajatim.com) – Direktur Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya M Andra Aditiyawarman resmi melantik sebanyak 233 taruna/taruni Poltekbang Surabaya Tahun Akademik 2022/2023.
Pelantikan ini dilakukan setelah tuntas melaksanakan Masa Dasar Pembentukan Karakter (Madatukar) selama sebulan. Dengan resminya menjadi taruna/taruni, maka mereka siap mengikuti kegiatan belajar mengajar di Kampus Poltekbang mulai 10 Oktober 2022 mendatang.
Ratusan taruna/taruni ini berasal dari 5 prodi, yaitu Teknik Listrik Bandara (TLB), Teknik Navigasi Udara (TNU), Teknik Pesawat Udara (TPU), Lalu Lintas Udara (LLU) dan Manajemen Transportasi Udara (MTU). Saat pelantikan, mereka tampak baris berjajar rapi menggunakan seragam PDH khas taruna/taruni berwarna coklat.
“Selamat kepada taruna/taruni Politeknik Penerbangan Surabaya Tahun 2022. Kalian sekarang sudah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Politeknik Penerbangan Surabaya,” ujar Andra usai acara Pelantikan Taruna Poltekbang Surabaya 2022 di Lapangan Dirgantara Kampus Poltekbang Surabaya, Jumat (07/10/2022).
Ia berharap para taruna/taruni bisa beradaptasi dengan cepat di lingkungannya dan lancar menempuh pendidikan diploma tiga (D3) selama tiga tahun ke depan.
“Kita doakan semuanya berjalan lancar, mereka bisa menyelesaikan pendidikannya sesuai apa yang dicita-citakan. Mereka-mereka ini kan SDM yang nanti akan melanjutkan perjuangan dalam mengembangkan sistem transportasi, khususnya transportasi udara,” jelasnya.
Setelah pelantikan, juga sempat dilakukan penandatanganan Deklarasi Anti Kekerasan yang dilakukan oleh perwakilan dari pegawai, taruna tingkat 3, taruna tingkat 2 dan taruna tingkat 1 Poltekbang Surabaya. Pihaknya menegaskan dengan adanya deklarasi ini, maka tak ada lagi tindakan-tindakan kekerasan antar taruna di lingkungan asrama maupun kampusnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Surabaya”]
Seperti diketahui, Poltekbang Surabaya termasuk sekolah kedinasan di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan. Sehari-hari para taruna/taruni diwajibkan masuk dalam asrama yang ada di lingkungan kampus di Jalan Jemur Andayani I No. 73 Surabaya ini.
“Kami menjaga terus komitmen tidak adanya aksi-aksi kekerasan di antara para taruna/taruni. Kekerasan atau perpeloncoan sudah bukan zamannya lagi. Kami juga sudah melakukan Deklarasi Anti Kekerasan bersama, tentu ini sudah dipahami oleh semuanya,” cetus Andra.
Dalam acara ini, diundang pula para orang tua/wali taruna. Mereka menyaksikan secara langsung pelantikan putra/putrinya menjadi keluarga besar Poltekbang Surabaya. Di akhir acara di tengah-tengah lapangan, para orang tua/wali juga diberikan kesempatan untuk menemui dan memeluk para putra/putrinya yang kini sudah menjadi taruna. Mereka diminta untuk menyematkan wing mabintal di baju seragam para taruna.
Rasa haru dan isak tangis mewarnai pertemuan di antara mereka, namun sikap tegar dan siap tampak diperlihatkan para taruna dihadapan orang tua masing-masing. Dengan disematkannya atribut chevron dan wing mabintal, para taruna/taruni siap mengikuti semua kegiatan yang ada di Kampus Poltekbang Surabaya. [ipl/beq]






