Malang (beritajatim.com) – Ratusan Umat Hindu Kabupaten Malang melakukan ruwatan di Stadion Kanjuruhan untuk menyempurnakan roh-roh korban jiwa yang melayang dalam tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu.
Ruwatan dalam agama Hindu sendiri sejatinya merupakan usaha untuk membebaskan manusia dari kesialan dan dosa. Ruwatan ini juga dipercaya mampu menghindarkan diri agar tidak dimangsa Batara Kala.
“Ruwatan ini namanya ruwatan leluhur. Ini untuk menyempurnakan roh-roh para leluhur yang meninggal dunia. Ini rohnya disempurnakan secara Hindu,” kata Santoso, salah satu pemangku, Jumat (7/10/2022) sore.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
Ruwatan ini bermakna Anjurung Pandonga Pangruwating Bumi Kanjuruhan. Kata Santoso, Tragedi Kanjuruhan menyisakan rasa duka mendalam bagi seluruh umat, tidak hanya umat Hindu tapi agama lainnya. Oleh karena itu doa untuk korban jiwa Tragedi Kanjuruhan terus dipanjatkan. “Intinya, kita mengirim doa dan menyempurnakan roh-roh yang meninggal,” jelasnya.
Ruwatan yang dilakukan umat Hindu itu sendiri diawali dengan doa bersama di kompleks Stadion Kanjuruhan. Ada lebih dari 100 umat Hindu yang mengikuti doa bersama.
Selanjutnya, para Pedande serta pemangku melakukan ruwatan dengan cara berkeliling di dalam dan luar Stadion Kanjuruhan. Doa-doa dipanjatkan sepanjang prosesi ruwatan berlangsung. (yog/kun)






