Surabaya (beritajatim.com) – Dinas ESDM Jatim telah melakukan sosialisasi pemanfaatan Biogenic Shallow Gas Metana (Gas Rawa). Selain itu, juga dilakukan MoU dan penandatanganan kesepakatan bersama antara Dinas ESDM Jatim dengan SKK Migas, IAGI, dan PGN terkait pemanfaatan gas rawa.
Biogenic Shallow Gas Metana (Gas Rawa) merupakan pontensi gas yang tersebar di wilayah Jawa Timur utara Jawa Timur memiliki nilai ekonomis apabila dimanfaatkan secara tepat untuk masyarakat desa, sebagai bahan bakar rumah tangga.
Kadis ESDM Jatim, Nurkholis mengatakan, maksud kesepakatan ini adalah dalam rangka melakukan kerja sama dengan prinsip menjalin kolaborasi pembangunan masyarakat dengan melaksanakan dan memanfaatkan kewenangan, potensi, keahlian dan fasilitas yang dimiliki.
Para pihak sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mewujudkan sinergi, kebersamaan, kemitraan, berbagi tanggungjawab secara berkelanjutan dalam upaya pemberdayaan potensi sumberdaya Gas Biogenik (Gas Rawa) untuk masyarakat.
Tujuan diadakannya kesepakatan ini, menurut dia, adalah menyepakati dasar pengembangan potensi gas rawa di Jawa Timur yang memiliki nilai ekonomis kecil bagi usaha hulu gas bumi, agar dapat termanfaatkan secara optimal dan membantu peningkatan ekonomi masyarakat desa.
“Terwujudnya pengelolaan gas biogenik (gas rawa) secara aman dan ramah lingkungan bagi masyarakat dengan teknologi tepat guna.
Terwujudnya kapasitas building dan pemberdayaan usaha masyarakat desa. Kemudian, terwujudnya ketahanan dan kemandirian energy masyarakat,” tuturnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemprov-jatim”]
Objek kesepakatan bersama ini adalah potensi gas rawa di Jawa Timur dapat termanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energy masyarakat desa secara bersih, aman dan murah.
Ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi pemberian edukasi, ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pengelolaan migas secara aman dan ramah lingkungan kepada masyarakat calon penerima manfaat gas biogenik metana.
Selain itu, memberikan fasilitasi peralatan dan infrastruktur uji bagi pengembangan Gas Biogenic Metana di Jawa Timur. Mengupayakan pembiayaan bantuan teknologi tepat guna bagi pengembangan gas biogenic metana melalui APBD, CSR, ataupun sumber lain yang sah. Dan, penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM), program pemberdayaan daerah di bidang minyak dan gas bumi. (tok/beq)







