Jember (beritajatim.com) – Tim yang dibentuk Rektorat Universitas Jember (Unej) untuk menyelidiki dugaan perploncoan dalam Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa Baru (PPMB) Fakultas Teknik akhirnya menyelesaikan tugasnya.
Tim ini dibentuk pada 19 September 2022 untuk merespons kabar dugaan adanya perploncoan yang muncul di media sosial dan diberitakan sejumlah media massa daring. Mereka menyelesaikan tugas pada Senin (3/10/202) dan telah melaporkan hasil investigasi kepada Rektor Universitas Jember Iwan Taruna.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unej”]
PPMB di Fakultas Teknik yang bertajuk Bimbingan Edukasi Anak Teknik (BEAT) 2022 diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Dari hasil investigasi, menurut Wakil Koordinator Bidang Humas Unej Rokhmad Hidayanto, ditemukan adanya kelalaian pengawasan dari pimpinan Fakultas Teknik terhadap kegiatan BEAT 2022.
“Ini menyebabkan terjadinya beberapa pelanggaran kegiatan yang tidak sesuai dengan proposal yang dikonsultasikan dan disetujui pihak Fakultas. Selain itu terjadi kekerasan verbal yang dianggap biasa oleh kakak tingkat namun berlawanan dengan etika akademik dan kesopanan,” kata Rokhmad, sebagaimana dalam pernyataan pers yang diterima beritajatim.com, Kamis (6/10/2022).
Panitia Pelaksana BEAT 2022 dianggap tidak dapat mengendalikan kegiatan sesuai dengan rencana kegiatan yang dituangkan dalam proposal. “Terjadi aktivitas di luar jadwal kegiatan BEAT 2022, serta terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang tertuang dalam proposal BEAT 2022,” kata Rokhmad.
Setelah persoalan tersebut viral di media sosial, menurut Rokhmad, mahasiswa baru Fakultas Teknik angkatan 2022 merasa tidak nyaman, terasing, dan bersalah secara personal ketika bertemu kakak tingkat. Ada ungkapan seperti lebay dan cengeng yang ditujukan kepada mahasiswa baru.
“Pada prinsipnya mahasiswa baru angkatan 2022 merasa ikhlas dan sanggup menjalani kegiatan BEAT 2022 asalkan terukur dan dalam keadaan wajar sesuai dengan etika yang berlaku,” kata Rokhmad. [wir/kun]






