Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menyampaikan duka cita mendalam terhadap terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang memakan korban ratusan jiwa.
Dua orang warga Kabupaten Jember meninggal dunia dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) malam.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan kesabaran. Kami berdoa korban yang saat ini masih dalam perawatan bisa segera pulih dan sehat kembali,” kata Hendy, ditulis Senin (3/10/2022).
Dua warga Jember yang meninggal dunia dalam kejadian itu adalah Faiqotul Hikmah (22), perempuan warga Pakem, Kecamatan Sumbersari, dan Nauval Putra Aulia (19), pria warga Lamparan, Wirolegi.
Hendy berharap peristiwa di Kanjuruhan menjadi pelajaran dan membuat semua pihak melakukan introspeksi diri. “Indonesia dan persepakbolaan negeri yang kita cintai ini sedang berduka. Mari kita bersama-sama memperbaiki dan mudah-mudahan kejadian ini yang terakhir, tidak terjadi lagi pada masa mendatang,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
Sebagaimana diberitakan beritajatim.com, Minggu (2/10/2022), Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, ada 125 Aremania yang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan. Data tersebut sudah dicocokan dengan lintas instansi di Malang.
Tragedi di Stadion Kanjuruhan terjadi setelah pertandingan Arema melawan Persebaya dalam kompetisi Liga 1. Sejumlah suporter Atema merangsek ke lapangan yang dihadapi dengan represi aparat. Salah satunya dengan menembakkan gas air mata yang memicu kepanikan penonton di tribun yang ingin menyelamatkan diri. [wir/ted]






