Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD Golkar Surabaya, Arif Fathoni menyampaikan duka mendalam atas tragedi yang terjadi setelah pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10/2022) malam.
Insiden ini tercatat telah menyebabkan 174 orang meninggal dunia.
Toni sapaanya menyebut tragedi Kanjuruhan sebagai tragedi kemanusiaan yang luar biasa. Toni pun berharap tidak ada kejadian serupa di masa mendatang.
“Ini tentu tragedi kemanusiaan yang luar biasa memprihatinkan kita semua. Kami menyatakan bela sungkawa yang sedalam dalamnya, semoga ini menjadi peristiwa terakhir dalam dunia sepak bola kita,” kata Arif Fathoni di Surabaya, Minggu (2/9/2022).
Toni mengatakan berkaca tragedi Kanjuruhan Ini harus menjadi trigger evaluasi secara menyeluruh terhadap kelaikan semua stadion yang ada di Indonesia. “Baik kapasitas, maupun fasilitas pendukung lainnya, seperti lampu tribun, pagar yang terlalu tinggi dan sebagainya,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
Selain itu, lanjut Toni, Golkar Surabaya siap memberi bantuan kemanusiaan. Saat ini, pihaknya telah menggalang donasi yang akan disalurkan kepada saudara di Malang yang mendapatkan musibah.
“Semoga musibah ini menjadi pengingat kita semua untuk meningkatkan persaudaraan antar sesama manusia, rivalitas hanya dilapangan 90 menit, selebihnya kita semua bersatu dalam bingkai kemanusiaan,” pungkas Toni.
Sebagai informasi, data dari otoritas terkait yang terkonfirmasi sebanyak 174 Aremania meninggal dunia. Jumlah ini terus bertambah dari sebelumnya pertama kali diumumkan Polda Jatim sebanyak 127 orang.[asg/ted]






