Malang (beritajatim.com) – Komnas HAM menyampaikan duka cita mendalam pada tragedi maut yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang setelah laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya. Komnas HAM berjanji bakal menurunkan tim guna memantau langsung penanganan tragedi yang menewaskan ratusan korban jiwa itu.
“Menyikapi kerusuhan ini, Komnas HAM RI akan menurunkan tim untuk melakukan pemantauan di Malang,” terang Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik melalui rilis media pada, Minggu (2/10/2022).
Taufan menambahkan jika dari pihaknya akan meminta pemerintah daerah juga jajarannya untuk segera melakukan penanganan kesehatan intensif pada korban. Bukan hanya itu, Komnas HAM juga meminta pihak kepolisian agar mengusut tuntas tragedi maut tersebut.
“Merespons kerusuhan ini, Komnas HAM RI minta pemerintah daerah beserta jajaran terkait melakukan penanganan kesehatan yang intensif serta pelayanan kemanusiaan bagi korban. Komnas HAM RI juga meminta kepolisian untuk mengusut peristiwa ini,” imbuh Taufan Damanik.
Dia juga mengutarakan rasa keprihatinan dan dukacita yang mendalam pada tragedi ini. Komnas HAM menyebut menerima informasi terbaru sudah ada kurang lebih 129 orang yang meninggal dunia.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
“Komnas HAM RI menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam atas kerusuhan yang terjadi usai pertandingan sepak bola Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu malam (1/10/2022), yang mengakibatkan korban meninggal sejumlah 129 orang serta ratusan korban mengalami luka-luka,” terangnya mengutip dari data resmi saat keterangan pers ini dibuat.
Seperti diketahui, berdasarkan data terbaru, tragedi pertandingan Arema FC kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, telah merenggut 153 jiwa . Tragedi ini menjadi kabar duka bagi sepakbola Tanah Air. [dan/but]







