Surabaya (beritajatim.com) – Di sela-sela kunjungannya di Sulawesi Tenggara, Presiden Joko Widodo menerima gelar adat dari Kesultanan Buton.
Gelar tersebut yaitu La Ode Muhammad Joko Widodo Lakina Bhawaangi yi Nusantara. Lalu, apa sebenarnya arti dari penyematan gelar tersebut?
Secara umum, gelar tersebut memiliki makna seorang anak lali -laki yang memiliki sikap dan perilaku yang mulia, rendah-hati, sopan-santun, arif, bijaksana, jujur, memberi teladan dan mempunyai komitmen tinggi dalam mensejahterakan masyarakat Indonesia.
Jika diperinci, La merupakan sebutan untuk anak laki-laki. Ode, berarti orang yang jujur, adil dan bertanggung jawab. Lakina, menurut pendapat kearifan Buton berarti jabatan atau pemimpin dari suatu wilayah. Sedangkan Bhawaangi adalah ruang lingkup kerja. Contoh, Bhawangi di Indonesia atau Nusantara, maka ruang lingkup kerja pemimpin tersebut adalah di Negara Indonesia.
Dalam pemberian gelar tersebut, Jokowi memakai baju adat Dolamani. Jika kita cermati, baju tersebut sama dengan baju yang dikenakan Jokowi dalam acara HUT RI ke 77 pada 17 Agustus 2022 lalu. Perbedaannya hanya terletak pada corak warna, sebab di hari ulang tahun Indonesia, baju adat Dolamini yang dipakai Jokowi sengaja didesain dengan corak merah putih.
[berita-terkait number=”5″ tag=”surabaya”]
Sementara saat penerimaan gelar La Ode Muhammad, Jokowi mengenakan baju adat Dolamini pada umumnya yakni berwarna hitam dan kuning emas.
Nah, berbicara tentang pemberian gelar oleh Kesultanan Buton, apakah kamu tahu tentang keberadaan Kesultanan ini?
Dahulu, Kesultanan Buton sebenarnya adalah sebuah Kerajaan yang berada di Kepulauan Buton, Sulawesi Tenggara. Ia berubah menjadi Kesultanan Islam sejak pemerintahan Raja ke-6, yakni Sultan Murhum yang menjabat tahun 1491-1537. Sebelum datang Islam, wilayah ini dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha dari Kerajaan Majapahit.
Kesultanan ini bahkan memperoleh kejayaannya selepas menjadi Kesultanan Islam dan mendapat pengakuan dalam Jaringan Kesultanan di dunia. Kholifah Islamiyah Turki, Otsmaniah bahkan pernah menganugerahi gelar Khalifatul Khamis pada Sultan Buton. Itu adalah bukti bahwa Kesultanan Buton ini pernah diakui oleh dunia. Saat ini yang menjabat sebagai Sultan Buton adalah Sultan La Ode Muhammad Izat Manarfa. (Jhn/nap)






