Mojokerto (beritajatim.com) – Diduga, mahasiswa yang hilang di Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Raffi Dimas Baddar (20) jalan-jalan dan tersesat di sekitar lokasi camping sebelum akhirnya dinyatakan hilang.
Ini diketahui dari keterangan pihak keluarga dan teman, jika sepeda motor Vario nopol N 5597 TQR digunakan survivor untuk camping bersama teman-temannya adalah milik Bude survivor. Yakni warga Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.
“Informasi tersebut didapat tim di hari terakhir pada operasi pencarian pertama. Dan survivor berjanji kepada Budenya untuk mengembalikan ke Bangil, Senin jam 3 sore,” ungkap Humas Operasi SAR Krapyak 2, Saiful Hasan
Dimungkinkan mahasiswa semester 3 Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya ini tidak kemana-mana. Mahasiswa asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan ini dimungkinkan hanya jalan-jalan.
“Survivor ini tidak mungkin kemana-mana, dia cuma jalan-jalan dan dia punya waktu kapan harus turun. Karena dia punya janjinsama Budenya. Kita menyimpulkan bahwa survivor ini orang yang baik, jujur dan amanah karena punya janji itu,” katanya.

Berdasarkan informasi tersebut, rencana pencarian berubah. Pertama, lanjut Bagonk (sapaan akrab, red), survivor terus naik sehingga dalam pencarian yang pertama petugas tidak menemukan jejak survivor. Petugas terus naik ke atas dan tidak menemukan jejak.
“Di atas banyak jalur tapi tidak ada jejak. Informasi yang baru, dua punya janji kepada Budenya itu, akan mengembalikan motor. Sehingga kita menyimpulkan dia turun di hari itu. Dia sudah tahu jamnya. Kita kira-kira, dia turun dua jam dari naik dari Petilasan Brawijaya,” tuturnya.
Sehingga rencana pencarian petugas Tim SAR gabungan berubah. Diduga saat survivor turun ada incedent sehingga tidak sampai di camp ground Bukit Krapyak. Sehingga tim fokus operasi Sungai Kretek.
“Itu ada teori kenapa kita harus sana. Jika survivor masuk ke cerukan atau lembah maka tidak ada pilihan kecuali menuruni terus, selama dia masih hidup. Tapi kalau lokasinya tinggi banget, mungkin ada incedent yang berakibat fatal,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pendaki-hilang-krapyak”]
Sehingga Sungai Kretek menjadi fokus lokasi pencarian Operasi SAR Krapyak 2. Di hari pertama, Senin (26/9/2022), ditemukan sandal slop cewek, identik yang dibawa survivor saat dinyakan hilang.
“Terekam juga di video yang diambil pendaki, sandal itu ditenteng. Kemarin sore, tim juga sudah menciuk bau tidak sedap. Karena sudah sore sehingga semua tim ditarik. Kemarin itu ada tiga titik pencarian,” urainya. [tin/ted]






