Magetan (beritajatim.com) – Proses evakuasi jenazah nenek 71 tahun (sebelumnya ditulis 70 tahun) yang ditemukan membusuk di tebing Sungai Gandong, Desa Sugihrejo, Kawedanan, Magetan berlangsung dramatis, Minggu (25/9/2022). Sebanyak 14 orang personel BPBD Magetan turut dikerahkan untuk membantu evakuasi jenazah.
Tak hanya berada di pinggir tebing, tapi jenazah juga berada di kedalaman sekitar 50 meter. Petugas BPBD Magetan pun sampai menggunakan peralatan evakuasi vertikal untuk membawa naik jenazah Sinem.
[berita-terkait number=”3″ tag=”mayat-magetan”]
“Medan cukup ekstrim. Anggota kami bagi, satu mengevakuasi dari tebing hingga masuk kantong mayat. Kemudian, satu regu kami tempatkan di bagian atas untuk membantu menarik jenazah sampai ke atas menggunakan peralatan vertikal. Kurang lebih, evakuasi memakan waktu satu jam,” kata Nino Pratikta, Petugas Pusdalops BPBD Magetan, Minggu (25/9/2022)
Terpisah, Kapolsek Kawedanan AKP Suyatni membenarkan jika jenazah yang ditemukan di Desa Sugihrejo itu adalah Sinem, warga Desa Pingkuk, Bendo, Magetan. Dari hasil koordinasi dengan Polsek Bendo, Sinem sudah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sekitar 14 hari yang lalu.
“Menurut keterangan pihak keluarga memang Mbah Sinem ini sudah dalam kondisi pikun kemudian memang kadang keluar rumah sampai beberapa hari. Jenazah memang berada di kedalam 50 meter dan sudah berhasil dievakuasi dengan petugas gabungan. Kini jenazah dibawa ke RSUD dr Sayidiman Magetan untuk visum, kemudian akan kami kembalikan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Suyatni.
Untuk diketahui, nenek 70 tahun asal Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo, Magetan, Jawa Timur ditemukan meninggal di Sungai Gandong. Menurut keterangan pihak keluarga, mayat yang diduga adalah Sinem itu sudah hilang sejak 14 hari. Sinem pertama kali ditemukan oleh Jamin, warga Desa Sugihrejo yang hendak menyetrum ikan di sungai. Curiga dengan bau busuk, Jamin pun mencari asal bau dan menemukan ada sesosok mayat yang sudah membusuk. [fiq/suf]







