Ngawi (beritajatim.com) – Tugu Gading di Perempatan Kartonyono Ngawi tengah dipelihara. Sebagian cat yang mengelupas membuat Pemkab Ngawi menganggarkan sekitar Rp66 juta untuk pemeliharaan tahun ini. Tak hanya memperbaiki cat, gir yang digunakan untuk memutar tugu dengan enam gading putih dan satu emas itu juga turut diganti jika sudah tak layak.
Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ngawi Yesi Widyarti membenarkan bahwa pihaknya menganggarkan Rp66 juta untuk pengecatan ulang atau pemeliharaan Tugu Kartonyono. “Anggarannya Rp66 juta, fokusnya pada pengecatan dan perbaikan komponen. Pemeliharaan akan dilakukan berkala tiap tahun,” kata Yesi pada beritajatim.com, Jumat (23/9/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-ngawi”]
Untuk cat yang digunakan, bukan sekadar cat untuk bahan beton biasa. Melainkan memakai cat khusus outdoor seperti yang digunakan pada kereta api atau kapal. Namun, Yesi tak bisa menjamin kalau cat itu bakal tahan retak jika seiring waktu Tugu Kartonyono terpapar sinar matahari, terkena hujan, atau kena hawa dingin. “Untuk jaminan tentu tidak ada yang bisa menjamin. Tapi, tentu kami pilih kualitas yang terbaik agar bisa tahan lama,” kata Yesi.
Untuk diketahui, Tugu Kartonyono dibangun pada Juni 2018 dengan anggaran total Rp3,1 miliar. Desain bangunan yang kini berdiri dengan desain aslinya berbeda. Desain asli terdapat manusia purba dan gading emas yang disangga enam fading putih lebih besar. Namun, bangunan yang kini berdiri memang disesuaikan dengan kondisi geografis di sekitar perempatan. [fiq/suf]






