Surabaya (beritajatim.com) – Seni memang tidak mengenal batas dan hasilnya juga bisa dalam bentuk apapun yang membuat mata takjub memandang. Statue of love merupakan salah satu karya seni yang bisa bergerak seperti manusia.
Tamara Kvesitadze, seorang seniman dan pematung asal Georgia membuat monumen yang dapat bergerak pada tahun 2010. Karya seni patung ini berbentuk pria dan wanita yang saling bertemu hingga kemudian saling meninggalkan. Karyanya ini terbuat dari cakra logam dan diberi nama Ali dan Nino yang diambil dari sebuah novel.
Patung yang bisa bergerak ini memiliki rongga, sehingga dari sudut tertentu bisa terlihat seperti menyat. Tapi setelah itu mereka akan saling terpisah dan menghadap kearah yang berlawanan
Berada di Kota Batumi Georgia, patung yang memiliki tinggi 8 meter (26 kaki) ini menjadi simbol cinta sepasang kekasih yang tak bisa bersama karena keadaan.
Kisah ini pertama kali diceritakan dalam salah satu novel di Austria pada 1937 yang tidak diketahui siapa penulisnya. Namun, karya sastra tersebut didaftarkan di bawah kredit Kurban Said. Novel itu menceritakan sepasang kekasih Ali dan Nino yang harus memperjuangkan segalanya untuk dapat menjalin kasih serta hidup bersama.
Pada dasarnya, buku ini berisi pencarian kebenaran dan rekonsiliasi di dunia dengan praktik yang kontradiktif Islam dan Kristen, Timur dan Barat, pemuda, orang dewasa, laki-laki dan perempuan.
Kisah Ali dan Nino terjalin pada saat Perang Dunia I. Ali Shirvashir adalah seorang Muslim Azzerbaijan. Ia jatuh cinta dengan putri Georgia bernama Nino Kipiani yang beragama Kristen pada tahun 1918-1920.
Keduanya pun menjalin kasih. Ali berencana akan melawar Nino setelah ia menyelesaikan sekolahnya. Awalnya, Nino ragu. namun Ali meyakinkan dan perjanji tidak akan membuat Nino memakai kerudung atau menjadi bagian harem (bagian rumah terpisah khusus untuk kaum perempuan di negeri Arab).
Untuk bisa bersama, mereka harus melewati berbagai skandal pribadi, pertumpahan darah keluarga, Perang Dunia I, dan Revolusi Bolshevik.
Terlepas dari kebenaran asal-usul yang belum diketahui, buku yang menceritakan kisah asmara Ali dan Nino telah menjadi karya sastra klasik di daerah tersebut, serta dianggap sebagai novel nasional di Azerbaijan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unik”]
Bahkan patung tersebut dijuluki “Statue of Love” atau Patung Cinta. Monumen Ali dan Nino adalah simbol cinta, terlepas dari kebangsaan ataupun kepercayaan.
Uniknya, setiap pukul 7 malam, kedua figur itu akan bergerak ke arah satu sama lain, yang kemudian akan bergabung menjadi satu. Akan tetapi, karena rongga-rongga yang terdapat dalam patung tersebut, mereka akhirnya melewati satu sama lain dan tidak pernah menjadi satu.
Dengan kata lain, patung tersebut menggambarkan sepasang kekasih yang tidak bisa bersama karena keadaan.
Pertunjukkan patung yang bergerak mendekati satu sama lain itu akan berlangsung selama 10 menit. Monumen tersebut terletak 50 meter dari Panoramic Wheel. (eve/ian)






