Surabaya (beritajatim.com) – Anggrek biru menjadi populer belakangan ini karena kemunculannya di drama Little Women yang dibintangi oleh artis Kim Go-eun. Bunga ini selalu muncul dalam setiap peristiwa pembunuhan di drama itu. Dalam drama Little Women, anggrek biru juga dikenal dengan sebutan anggrek hantu.
Di episode ke empatnya, misteri dari anggrek biru mulai terkuak saat adik dari Oh In Ju, Oh In Hye menemukan tanaman anggrek biru yang terkenal langkah itu ditanam oleh ibu Park Hyo Rin di kediaman mereka. Anggrek tersebut dipercaya memiliki kandungan penenang yang bisa membuat siapapun yang menghirupnya berhalusinasi. Lalu sebenarnya, apakah anggrek biru itu ada di dunia nyata? dan apakah memiliki arti filosofi seperti yang digambarkan di drama Little Women?
Dalam dunia nyata, anggrek biru memang ada. Ia sempat dinyatakan punah di Inggris karena keberadaannya yang tidak bisa diketemukan. Namun, pada tahun 2010, anggrek biru kembali muncul di kayu Harefordshire. Maka, dari itu anggrek biru memiliki julukan anggrek yang bangkit dari kematian.
Bunga ini sebenarnya memiliki warna asli kuning dan putih, lalu berubah warna menjadi biru. Anggrek biru hanya hidup di tempat yang lembab dan jarang tersentuh sinar matahari. Berbeda dengan tanaman lainnya, anggrek biru tidak memiliki kandungan klorofil. Itulah sebabnya, ia tidak membutuhkan cahaya matahari.
[berita-terkait number=”5″ tag=”drama”]
Meski telah diketemukan kembali, anggrek biru tidak dapat tumbuh dalam jumlah yang besar, itulah mengapa status anggrek ini saat ini adalah merah atau langka. Karena kelangkaannya, anggrek ini menjadi jenis tanaman di spesiesnya yang paling dicari. Ukurannya hanya mencapai 30 cm dan kerap dikira tanaman liar.
Anggrek biru memiliki nama latin, Epipogium aphyllum. Habitat aslinya berada di hutan dataran tinggi yang lembab. Dia muncul melalui ranting atau daun yang telah mati dan membusuk. Umumnya, atanaman ini berbunga pada bulan Juli-Agustus.
Dalam satu tangkai anggrek biu, mempunyai 1-8 bunga dengan warna putih berbintik merah muda. Saat ini, bunga ini diketahui hanya tersebar di kawasan Eropa dan tidak ada di wilayah Mediterania. (Jhn/ian)






