Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 1.478 mahasiswa UK Petra Surabaya dikukuhkan pada Wisuda ke-82 secara hybrid yang digelar selama dua hari berturut-turut pada 16-17 September 2022.
Dari total wisudawan tersebut, 582 lulusan berhasil memperoleh predikat cumlaude dari S1 maupun S2. Sementara 253 wisudawan lainnya dinobatkan sebagai lulusan aktif berprestasi.
“Dengan demikian hingga saat ini UK Petra telah meluluskan 47.159 orang lulusan yang berkarya di enam benua baik dari program Pendidikan sarjana, magister, maupun profesi di UK Petra,” kata Rektor UK Petra, Prof Dr Ir Djwantoro Hardjito, Jumat (16/9/2022).
Diketahui, ribuan wisudawan tersebut terdiri dari 1.395 lulusan Program Sarjana (S1), 65 lulusan Program Magister (S2), dan 18 lulusan Program Profesi.
“Selamat mengarungi lautan luas kehidupan di dunia kerja, maupun melanjutkan studi, sesuai dengan kehendak Tuhan. Teruslah bertumbuh dalam kasih, integritas, kerendahan hati dan kebenaran, sesuai dengan core values UK Petra yaitu LIGHT (Love, Integrity, Growth, Humility dan Truth),” lanjut Djwantoro.
Adapun tiga wisudawan UK Petra dengan IPK tertinggi sebagai berikut :
1. IPK Tertinggi untuk jenjang S1 (Henry Wicaksono)
Wisudawan asal Informatics ini berhasil meraih IPK tertinggi di Fakultas Teknologi Industri sebesar 3,98 dan sekaligus menjadikannya peraih IPK untuk jenjang Sarjana. Selain berprestasi di bidang akademik, ia juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.

Tugas akhirnya bertajuk ‘Pemodelan Lip Reading Bahasa Indonesia Berbasis Visem Menggunakan VGG16 serta Jaro-Winkler Similarity dan Bigram’. Henry merinci sebenarnya penggunaan lip reading terutama bagi penyandang disabilitas sudah banyak, akan tetapi penelitian dalam bahasa Indonesia masih sangat minim bahkan dataset yang ada sangat terbatas.
“Dari penelitiannya, saya berhasil meningkatkan efektivitas sistem lip reading bahasa Indonesia lebih akurat dan lebih cepat. Selain itu, dengan adanya penambahan variasi data hingga derajat tertentu dapat membantu model untuk mempelajari pola gerakan bibir dengan lebih baik,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”universitas-kristen-petra”]
Pria asal Surabaya yang kini berprofesi sebagai Artificial Intelligence Engineer ini, mengungkapkan beberapa kiat belajarnya, yaitu memperhatikan saat kelas, jangan malu untuk bertanya, terus mencoba dan berlatih, tapi jangan lupa untuk beristirahat supaya tidak burn out.
2. IPK Tertinggi untuk jenjang S2 (Bagas Cahya Prabaswara/Master’s Program in Architecture)
Meraih IPK sempurna yaitu 4,00, Thesisnya ‘Kajian Integrasi Photovoltaic dan Micro Wind Turbine (BIPvWt) pada Fasad untuk Pemanfaatan Energi Terbarukan; Studi Kasus: Grha Prodia Surabaya’.
“Bangunan bertingkat tinggi turut berperan dalam mengkonsumsi energi secara berlebih, terutama pada gedung perkantoran. Sementara itu gedung perkantoran memiliki rasio luas fasad yang lebih besar dibandingkan rasio atap, tetapi sering dijumpai fasad bangunan yang tidak terpakai (bukan merupakan bukaan). Energi terbarukan hadir sebagai alternatif solusi dengan potensi pemanfaatan yang besar di Indonesia,” ungkapnya.
3. Andre Setiawan Omarhadi (Master’s Program in Management)
Pria yang telah berkarya di PT. Nutrifood Indonesia itu berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif sempurna yaitu 4. “Bagi saya kuncinya adalah disipin. Kita harus memiliki sikap disiplin dalam diri kita untuk membagi waktu sehingga seluruh tanggung jawab pekerjaan, kuliah, dan keluarga ini dapat terselesaikan dengan baik,” ungkap pria kelahiran Semarang ini.
Judul tesis yang ia angkat adalah ‘Pengaruh Performance Management dan Empowering Leadership terhadap Pembentukan Perilaku Ambidexterity untuk Mendukung Kinerja Tenaga Penjualan di Toko Retail, dengan Personal Motivation sebagai Variabel Mediasi’. (ipl/ted)






