Malang (beritajatim.com) – Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) gelombang 8 kelompok 12 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan pengembangan ketrampilan dasar di Panti Asuhan Siti Hajar, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi dan memberi motivasi pada anak-anak di Panti Asuhan. Selain itu, mereka juga berupaya memfasilitasi pertumbuhan serta perkembangan anak-anak dengan mengadakan berbagai kegiatan.
Drs. Mohammad Jufri S.T., M.T, dosen pembimbing program tersebut menuturkan salah satu kegiatannya yaitu edukasi dan sosialisasi terkait skill development pada anak-anak di Panti Asuhan Siti Hajar. Program kerja utama mereka mengenai pendidikan karakter dan agama Islam.
“Anak adalah faktor sangat penting dalam pembangunan bangsa, maka dari itu masa depan negara Indonesia juga bergantung banyak pada anak-anak sebagai generasi penerus,” jelas dosen teknik mesin UMM itu pada Rabu (14/09/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”UMM”]
Dia menekankan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dari segi akademik, moral, karakter, budi pekerti, akan tetap berpegang kuat pada nilai-nilai agama. Hal itu kata dia, menjadi tanggung jawab bersama. Pendidikan agama begitu perlu ditanamkan pada anak sedini mungkin, demi membiasakan untuk memenuhi dan menjaga nilai dan kaidah agama.
“Oleh karena itu, pembinaan-pembinaan tersebut harus dilakukan agar adik-adik di Panti Asuhan Siti Hajar kemudian dapat selalu bersikap dan berperilaku sesuai dengan norma ataupun kaidah yang ada di tengah masyarakat, namun demikian juga melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari,” Pungkasnya lebih lanjut.
Sementara itu, sekretaris tim PMM, Ely Nursetiani menuturkan jika, kelompoknya memberikan edukasi dan membimbing anak Panti Asuhan Siti Hajar dalam beribadah. “Kegiatan penanaman nilai-nilai islami pada anak-anak Panti Asuhan Siti Hajar yaitu dengan melangsungkan sholat berjamaah secara rutin ketika waktu Dzuhur tiba,” jelasnya.
Selain itu, anak-anak di panti asuhan juga dibimbing mengaji. “Mengaji baik Iqro maupun Al-Qur’an sesuai kemampuannya masing-masing. Adik-adik Panti juga diberi kesempatan untuk secara bersama melantunkan surah-surah pendek yang sudah mampu mereka hafal diluar kepala,” terang Ely, sapaannya.
Kelompok PMM tersebut terdiri dari 5 mahasiswa yaitu Muhammad Agil Rhamadan, Ely Nursetiani, Fira Syka Putri Sandika, Sri Rahayu Sundari, dan Irfa Roqsaka. Pemberdayaan itu akan berlangsung selama satu bulan. [kun]






