Surabaya (beritajatim.com) – Dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Irma Russanti, membuat inovasi di bidang fashion. Dia menggunakan tanah sebagai pewarna alami batik.
Dosen D4 Tata Busana Program Studi Vokasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) itu juga mengaku, batik karyanya ini telah memiliki hak paten.
Banesa. Itulah nama batik milik Irma Russanti. Banesa sendiri merupakan singkatan dari Batik Tanah Unesa. Batik dengan pewarna alam dari tanah.
Irma menjelaskan, dia mulai melakukan penelitian sejak 2013 silam. Berbagai jenis tanah di sejumlah daerah di Jawa Timur mulai dia coba, hingga akhirnya terciptalah Banesa ini.
“Banesa ini batik dengan pewarna tanah, pewarna unik dan khas. Ini hasil riset saya, dan sudah mendapat paten dan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) 35 motif,” kata Irma kepada beritajatim.com, Senin (12/9/2022).
Irma mengungkapkan, bahwa produk batik ciptaannya ini juga sudah dipasarkan dengan menggandeng sejumlah pelaku UMKM mulai dari Surabaya, Sidoarjo hingga Probolinggo.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Surabaya”]
“Selain memasarkan produk secara online, kami juga menggandeng UMKM dari Surabaya, Sidoarjo, hingga Probolinggo,” ungkapnya.
Terakhir, tepatnya pada Sabtu (10/9/2022) lalu, Irma juga meluncurkan motif baru, yakni motif naga dan wayang khas Banesa. “Saat show kemarin launching motif naga dan wayang khas Banesa. Dan sudah terjual,” ujarnya.
Untuk satu lembar kain batik Banesa sendiri, Irma membanderol dengan harga Rp500 ribu. “Harganya kami jual seharga Rp500 ribu per lembar,” tandasnya. [ipl/beq]








