Lamongan (beritajatim.com) – Hingga saat ini, Persela Lamongan belum mampu meraih poin penuh dalam kompetisi Liga 2 2022-2023. Bertandang ke Stadion Trisanja Slawi, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini harus rela bermain imbang melawan Persekat Tegal dengan skor 2-2, Sabtu (10/9/2022).
Adapun dua gol Persela Lamongan disarangkan melalui aksi salto Zulham Zamrun di menit 29 dan tandukan Risqki Putra Utomo di menit 71. Sedangkan gol Persekat Tegal dicetak oleh Yoga Pratama pada menit ke 11 dan Agung Supriyanto di menit 73.
Juru taktik Persela Lamongan Fakhri Husaini menyampaikan, meski timnya hanya mampu meraih 1 poin, namun ia tetap mensyukuri hasil tersebut.
“Alhamdulillah pada pertandingan hari ini kami dapat poin pertama. Baru satu poin tapi tetap harus kami syukuri, karena tidak mudah untuk meraihnya meski sebenarnya kami memiliki target yang lebih,” ujar Fakhri, saat post match press conference, Sabtu (10/9/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”persela”]
Atas hasil tersebut, pelatih kelahiran Lhokseumawe ini mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan evaluasi terhadap timnya. Pasalnya, dari tiga laga yang dijalani, Persela belum pernah menang sekalipun.
“Kami tadi sempat unggul tapi tetap kemasukan, tentu menjadi bahan evaluasi kami nanti ke depannya terkait dengan dua gol yang terjadi di gawang Persela,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Fakhri juga mengapresiasi kepada anak asuhnya yang telah berjuang sekuat tenaga selama pertandingan. Ia berharap, pada laga mendatang Persela mampu mengakhiri paceklik kemenangan yang saat ini masih dideritanya.
“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang sudah berjuang sedemikian kerasnya demi mewujudkan poin pertamanya. Seharusnya kami bisa meraih 3 poin, tapi mereka bisa dengan cepat membalas dan menyamakan skor menjadi 2-2,” bebernya.
Tak cukup itu, Fakhri juga melontarkan tanggapannya terkait keputusan wasit yang telah mengganjar kartu kuning kepada 4 pemainnya, yakni Sandy Ferizal, Daffa Salman, Risqki Putro Utomo dan Syarful Mudawam. Menurutnya, pemberian kartu kuning kepada 4 pemainnya ini tidak sepatutnya semuanya terjadi.
“Saya lihat wasit sangat mudah dalam mengeluarkan kartu ya dalam beberapa situasi. Ada 4 pemain saya yang dikartu kuning, dari 4 kartu kuning itu tidak sepatutnya semuanya diberikan menurut saya. Seharusnya bisa dibedakan mana yang pelanggaran (biasa) dengan yang niatnya ingin mencederai,” terangnya.
Kendati demikian, Fakhri juga menilai, secara umum kepemimpinan wasit Rihendra Purba ini sudah cukup baik. Hal itu lantaran laga Persela vs Persekat Tegal mampu berakhir dengan aman dan lancar.
“Tapi secara umum antar kedua tim, pemain tidak timbul bentrokan atau kerusuhan. Ini suatu hal yang patut diapresiasi dari kepemimpinan wasit itu sendiri,” pungkasnya.[riq/kun]






