Surabaya (beritajatim.com) – Canonball Tree atau Sala tree (Couroupita Guianensis) merupakan tumbuhan asli dari daratan Amerika Selatan. Namun, di Indonesia tumbuhan unik ini kerap disebut sebagai pohon Kanon.
Pohon ini cukup unik, terlepas dari batang pohonnya yang cenderung besar dan tinggi. Buah serta bunga Canonball tree justru tumbuh tidak pada ranting-rantingnya, melainkan pada batang utamanya.
Dari bunganya yang didominasi warna merah jambu dan putiknya yang kekuning-kuningan tersebut mengeluarkan aroma yang wangi. Terlebih jika sudah mekar sempurna dan memasuki waktu malam dan pagi.
Namun, berbeda pada buahnya. Buah dari pohon kanon yang berbentuk bulat coklat layaknya meriam tersebut justru beraroma tidak sedap. Meski begitu buah Kanon bisa dikonsumsi. Hanya saja, rasa dari buah ini tidak selezat seperti buah pada umumnya.
Sehingga warga asli Amazon kerap mengolahnya terlebih dahulu. Mereka biasanya menggunakan ekstrak buah Kanon untuk mengobati beberapa jenis penyakit, seperti hipertensi, dan tumor.
Selain itu, mereka juga kerap memanfaatkannya untuk mengatasi flu biasa, nyeri, sakit perut, sakit gigi, juga mengobati luka hingga malaria.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unik”]
Dalam satu pohon, bisa menghasilkan ratusan buah. Namun, untuk tumbuh sebesar buah kelapa, biasanya membutuhkan waktu sekitar 12-19 bulan. Buah kanon yang bewarna coklat seperti kayu ini memiliki diameter rata-rata 15-24 centimeter.
Sedangkan di India, Canonball tree dianggap sebagai pohon suci oleh umat Hindu. Terlebih karena bunga dari pohon Kanon bertudung sehingga tampak seperti naga dan tumbuh di kuil Siwa.
Ternyata di Indonesia sendiri, pohon ini bisa dijumpai di beberapa daerah, seperti Kebun Raya Bogor. Sedangkan di Surabaya juga ada, tapi pohon ini hanya bisa dijumpai di Kebun Binatang Surabaya saja. (fyi/ian)






