Surabaya (beritajatim.com) – Sebagian orang memang gemar memakai barang bermerek untuk menunjang fashion mereka. Terkadang mereka juga rela merogoh kocek dalam-dalam, agar bisa memiliki barang branded tersebut.
Namun taukah Anda tanpa disadari banyak pasar prodak yang menjual barang palsu atau KW, seperti baju, sepatu, jam dan masih banyak lainnya.
Salah satunya Rolex, merk jam yang popular di antara 100 merek dunia lainnya. tak luput dari barang tiruan. Jadi bagaimana sih cara membedakan jam tangan Rolex palsu dengan yang asli?
Saat ingin membeli brand jam tangan asal Swiss ini lihat terlebih dahulu gerakan jarumnya, lantaran kalau yang palsu rata-rata gerakan dial kuarsanya tergagap saat berputar. Sedangkan yang asli berjalan dengan mulus. Selain itu, Rolex yang asli juga tidak memiliki bunyi detak jarum jam.
Lantaran sebagian besar jam tangan Rolex palsu dibuat secara asal-asalan, dan tidak mementingkan kualitas kontrol, cangkang, dial-nya hingga tali jam yang seharusnya terasa membuat tanpa tepi yang tajam.
Berikutnya, Anda bisa mengetahui dari bobot arloji, lantaran Rolex asli terbuat dari logam berkualitas tinggi yang membuatnya cenderung berat ketimbang yang palsu.
Kualitas logam dari jam tangan ini terbuat dari baja tahan karat, dengan emas 18 karat atau platinum. Jadi jika warna Rolex tersebut perlahan memudar bisa dipastikan jika itu palsu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cara”]
Situs resmi Rolex juga menjelaskan bahwa lensa Cyclops di bagian depan jam tangan akan memperbesar tanggal. Hal ini salah satu ciri khas Rolex yang sangat sulit ditiru.
Perusahaan yang memiliki labang mahkota ini juga menyematkan simbolnya di jam tangan Rolex, dan diangaap sebagai maha karya.
Kenop pemutar pada Rolex palsu biasanya memiliki kenop yang tak timbul untuk menggerakkan penunjuk menit dan penunjuk jam.
Sedangkan Rolex asli akan memiliki ukiran dan lekukan yang dibuat dengan halus dan dapat dirasakan dengan sentuhan.
Meskipun produsen Rolex palsu sudah mulai lihai dalam mengukir nomor seri, namun belum tentu dengan penggunaan hologram. Pasalnya pada 2007 perusahaan jam tangan asal Swiss ini menghentikan penggunaan hologram karena pemalsu mahir dalam mereproduksinya. (frs/ian)






