Surabaya (beritajatim.com) – Suami Dee Lestari, Reza Gunawan yang meninggal pada Selasa (6/9/2022) dikenal sebagai seorang pakar Penyembuhan Holistik. Lalu, apa yang dimaksud dengan penyembuhan holistic itu?
Penyembuhan holistik sendiri merupakan perpaduan antara pengobatan orang barat dan timur. Selain itu, penyembuhan holistic juga merupakan gabungan dari pengobatan alternatif dan kedokteran.
Terapi holistik adalah metode penyembuhan yang menggabungkan penyembuhan psikologis dan fisik. Secara umum, seorang pakar yang menekuni bidang ini lumrahnya menerapkan beberapa teknik holistik pada pasiennya. Hal ini bermanfaat agar tiap individu mengenali gejala yang dialami dalam dirinya.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa pada dasarnya teknik terapi ini menggabungkan pemikiran mindfulness (olah jiwa) dan gerakan fisik. Berikut ini beberapa teknik terapi yang sering dipakai dalam teknik penyembuhan holistik:
- Akupuntur
- Teknik pernafasan
- Imajinasi terarah
- Hipnosis
- Pemberian pijat
- Meditasi
- Reiki (terapi yang dilakukan dengan mentransfer energi universal dari tangan praktisi ke tubuh pasien)
- Tai chi (senam kesehatan aliran halus dari Tiongkok)
- Yoga
- Mindfulness
- Biofeedback (jenis terapi yang digunakan untuk mengontrol beberapa fungsi tubuh, seperti denyut jantung dan suhu tubuh)
Secara umum, terapi ini digunakan untuk membantu seseorang yang tengah mengalami ketegangan pikiran dan stres.
[berita-terkait number=”3″ tag=”covid-19″]
Salah satu kelebihan terapi ini adalah bisa dilakukan secara mandiri tanpa bantuan praktisi. Namun, dengan syarat sudah memahami betul caranya.
Dengan memahami konsep kerja terapi penyembuhan holistik, seseorang bisa melakukan terapi mandiri saat pikiran sedang stres atau tertekan.
Apakah terapi ini efektif? Tidak ada yang memberi jawaban secara pasti, mengingat terapi ini dilakukan dengan berbagai teknik. Namun, tidak jarang seorang pakar kejiwaan memberikan tambahan terapi holistik pada penanganannya.
Salah satu teknik terapi yang dengan mudah bisa dipraktekkan adalah pengaturan pola nafas dan meditasi.
Mengingat gejala stres seseorang bisa muncul kapanpun, maka orang tersebut bisa menerapkannya setiap saat dan kabar baiknya terapi ini juga terbilang lebih ramah di kantong. (Jhn/nap)






