Malang (beritajatim.com) – Manajemen Arema FC memutuskan untuk mengistirahatkan Eduardo Almeida dari posisi pelatih kepala. Dia diistirahatkan tetapi manajemen tetap memberikan gaji hingga masa kontraknya berakhir.
“Kami tidak memecat, kami mengistirahatkan Almeida dari tim. Tapi kewajiban kami kepada Almeida tetap kami jalankan sesuai kontrak dengan gajinya dia tiap bulan tetap kami jalankan,” kata manajer Arema FC, Ali Rifki, Selasa (6/9/2022).
Ali Rifki menuturkan bahwa manajemen memilih pasang badan atas keputusan mengistirahatkan Eduardo. Hal ini dipilih atas rentetan dua hasil buruk yang dialami Singo Edan. Apalagi desakan Aremania juga cukup kencang untuk ganti pelatih.
“Karena hasil evaluasi kami dia kurang maksimal akhirnya inilah yang terjadi. Dan kita yang menanggung dan menyelesaikan,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-fc”]
Ali Rifki menuturkan, bahwa keputusan ini diambil dengan banyak pertimbangan matang. Paling utama adalah pertimbangan teknis. Meski dirinya tidak menutup mata bahwa kritikan Aremania selalu jadi bahan evaluasi tim termasuk keputusan mengganti pelatih.
“Kami ini kan mendengarkan juga keinginan suporter seperti apa. Saya ini selama ini diam bukan berarti saya tidak mendengarkan. Saya sudah ada target evaluasi 2 hingga 3 pertandingan. Kalau hasilnya kurang memuaskan, ya sesuai keinginan Aremania dan managemen memutuskan untuk mengistirahatkan,” tandas Ali. [luc/but]






