Lamongan (beritajatim.com) – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lamongan menjaring puluhan pelajar yang kedapatan membolos di warung kopi (Warkop) saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung, Senin (5/9/2022).
Saat digerebek, puluhan pelajar yang bolos sekolah ini sedang asyik nongkrong dan main play station (PS), di salah satu warung kopi yang berada di sudut kota. Mereka yang terjaring razia kasih sayang ini adalah pelajar yang masih duduk di tingkat SMA dan SMP.
“Sebanyak 21 pelajar dari berbagai sekolah yang ada di Lamongan terjaring razia. Ada 2 yang masih duduk di bangku SMP, sedangkan sisanya pelajar SMA,” ujar Kabid Penegakan Perda Satpol PP Lamongan, Safari, Senin (5/9/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”razia”]
Saat dirazia, Safari menjelaskan, puluhan pelajar ini sempat melakukan perlawanan dan mencoba untuk kabur dari warkop. Namun, petugas Satpol PP dengan sigap mengamankan dan membuat mereka tak berkutik.
“Mereka ini paling banyak terjaring di warung kopi dan juga tempat penyewaan PS. Mereka masih menggunakan seragam sekolah lengkap. Bukannya mengikuti jam pelajaran di sekolah, para pelajar ini malah tidak masuk dan asyik ngopi, ada juga main PS,” terangnya.
Lebih lanjut Safari mengungkapkan, puluhan pelajar yang terjaring razia ini pun langsung diangkut untuk dibawa ke kantor Satpol PP Lamongan guna diberikan pembinaan.
Tak cukup itu, tambah Safari, puluhan pelajar tersebut juga diberi hukuman berupa menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan baris berbaris. Setelah itu, mereka diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya, yakni membolos saat jam pelajaran sekolah.
“Bagi yang baru pertama kali maka kita lakukan pendataan dan teguran. Kita juga menghukum para pelajar, kita suruh untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan baris berbaris,” tandasnya.
Sementara bagi pelajar yang sudah 2 kali atau lebih terjaring razia, maka pihaknya akan segera memanggil pihak sekolah beserta orang tua pelajar.
“Kami berharap ini menjadi efek jera bagi pelajar, sehingga mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya membolos sekolah serta berkeliaran saat jam sekolah berlangsung,” tutupnya.[riq/kun]






