Surabaya (beritajatim.com) – Buku masih menjadi jendela bagi dunia. Apalagi saat awal membuka halaman buku baru, tentu mudah menemukan diri mereka masuk dalam dunia karakter dan cerita yang unik dan menarik.
Selain itu, tidak berbeda jauh dengan menemukan informasi yang menarik dan buku-buku terbaik mengenai instruksional. Buku mampu memandu pembaca dari cerita yang membangun dan berbagi visi dari penulis.
Read A New Book Month menjadi momen yang dapat kita lakukan untuk memulai buku baru untuk dibaca. Mulai dari novel, buku panduan atau sesuatu buku mengenai pemahaman baru. Mari sama-sama membaca buku baru di bulan September. Hanya saja, bagaimana sebenarnya sejarah dari bulan baca buku baru?
Ada berbagai macam manfaat dari buku yaitu ruang penyebaran pengetahuan, cerita, dan perluasan pikiran melalui merekam dan menyampaikan ide-ide dengan media tertulis. Berjalannya waktu, manusia mengerti bahwa memperluas pikiran melampaui ruang dan waktu fisik merupakan hal yang penting.
Faktanya, ketika menuliskan dan mereplikasi pemikiran, ide, dan imajinasi penulis pada pembaca tanpa sadar mereka sudah mengembangkan kemampuan berbagi dan memperluas pemikiran dalam sebuah kertas untuk dibaca orang lain.
Kata tertulis pertama yang muncul pada 3400 SM merupakan cerita pertama dari The Epic of Gilgamesh, kisah penguasa eponim negara-kota Sumeria Uruk yang memerintah antara 2700-2500 SM dalam gaya mitologis.
Siapa sangka, kisah pertama ini tertulis di atas lempengan tanah liat berbeda jauh dengan media kertas seperti sekarang. Walaupun begitu, kisah itu tetap memenuhi syarat sebagai sebuah buku.
[berita-terkait number=”5″ tag=”literasi”]
Meskipun definisi buku tentu saja telah berubah selama bertahun-tahun. Semuanya mencakup segala sesuatu mulai dari halaman kulit kayu yang menyatu dalam berbagai gaya, penggulungan halaman papirus dan buku-buku modern seperti saat ini.
Dengan adanya Read A Book Month mendorong semua orang untuk membaca sebanyak mungkin buku untuk mempelajari hal-hal baru, mampu menjalani hidup dengan lebih kreatif, dan mampu membuka pemikiran mengenai bentuk-bentuk filosofi serta kemungkinan baru.
Walaupun ini bukan satu-satunya bulan orang harus membaca buku-buku baru. Tapi, mungkin ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun rasa ingin mendapatkan pengetahuan dan kegembiraan dari membaca buku. (PRD/ian)






