Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit (RS) PHC Surabaya kini memiliki layanan terbaru ASHA IVF, yakni layanan teknologi reproduksi berbantu alias bayi tabung.
Direktur Utama ASHA IVF Indonesia Dr dr Amang Surya P, SpOG, F-MAS mengatakan bahwa dengan dibukanya layanan ASHA IVF ini, menjadikan RS PHC sebagai rumah sakit pertama dalam jaringan Rumah Sakit BUMN IHC yang memiliki layanan bayi tabung.
“Ini pertama di Surabaya tepatnya di PHC. Tapi nanti kita berencana untuk meng-Indonesia. Dalam waktu 5 tahun mudah-mudahan kami bisa membangun 8 klinik IVF di seluruh Indonesia, dan 30 fertilitas klinik di seluruh Indonesia, dimana pada saat ASHA IVF klinik itu berdiri nanti ada 5 ASHA fertility,” ujar dr Amang, Kamis (1/9/2022).

Amang menilai, tidak hanya dari biaya saja. Tapi kesadaran dari masyarakat serta para dokter SpOG terhadap layanan IVF masih relatif rendah. Padahal, IVF bukanlah alternatif terakhir melainkan sebuah solusi saat menentukan treatment pada kasus fertilitas.
“Jadi bukan harus dimulai dari cara alami dulu, kemudian inseminasi baru berakhir di IVF. Tapi didasarkan atas problem atau masalah fertilitas yang dialami, kalau misalnya memang problemnya itu merupakan indikasi untuk dilakukan tindakan IVF, ya IVF merupakan pilihannya. Bukan berarti harus dicoba dulu dengan alami, maka akan membuang waktu dan biaya,” terangnya.
Amang menyebut bahwa sekitar 12,5% penduduk Jawa Timur merupakan pasangan fertilitas yang membutuhkan terapi. Sedangkan di Surabaya sendiri, kurang lebih ada 300 pasangan yang harus mendapatkan layanan bayi tabung.
“Tapi dengan kemampuan 5 klinik bayi tabung yang ada, itu masih kurang dari 200 yang terlayani. Sisanya kemana ? Ini merupakan tugas kita, karena sisanya mungkin saja belum terlayani, tapi atau mungkin lari ke luar negeri. Ini adalah tugas kita, tanggung jawab kami untuk bisa membantu masyarakat di bidang fertilitas,” tandasnya. (ipl/ted)






