Sidoarjo (beritajatim.com) – Ratusan santri dan santriwati dari 18 kafilah seluruh kecamatan se-Sidoarjo, ikuti seleksi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXX tingkat Kabupaten Sidoarjo, di Alun-alun Sidoarjo Jumat (26/8/2022) malam.
Penyeleksian itu dibuka secara rwsmi oleh Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) bersama Wabup H. Subandi serta Kemenag Kab. Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo bangga melihat ratusan peserta yang begitu semangat dan antusiasnya mengikuti pembukaan seleksi MTQ XXX Sidoarjo tahun 2022.
Dengan banyaknya peserta, pertanda kaderisasi MTQ berjalan dengan baik. Generasi qur’ani di kota Delta tumbuh subur.
“Acara kegiatan rutin seperti ini untuk memunculkan pemuda-pemuda yang mencintai Al Qur’an. MTQ ini untuk mencetak generasi nuda Qur’ani,” katanya.
Gus Muhdlor juga sedikit tercengang melihat dari ratusan peserta tersebut, ada kafilah dari beberapa kecamatan yang mengutus pesertanya dibawah 10 orang sampai dibawah 15 orang. Seperti dari Kecamatan Balongbendo 7 peserta, Tarik 10 peserta dan Kecamatan Jabon 14 peserta.
Ini termasuk tugas bupati dan wakil bupati. Kecamatan yang mengutus pesertanya sedikit, akan dipanggil kenapa peserta yang diutus sedikit. Terlebih itu utusan dari kecamatan yang ada di pelosok.
Padahal, sambung putra KH Agoes Ali Masyhuri itu, semasa kecilnya, orang-orang desa, setiap ba’da asar dan maghrib, tidak sulit atau banyak dijumpahi anak-anak sampai remaja yang rajin berangkat mengaji.
“Untuk mengatasi problem atau masalah ini, dibutuhkan peran semua pihak. Jangan sampai Sidoarjo yang dapat julukan kota santri, malah kesantriannya tidak ada,” papar Gus Muhdlor.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gus-muhdlor”]
Bagi alumnus Unair Surabaya itu, berbagi peran menjaga generasi muda dari serbuan pengaruh negatif adalah upaya yang harus dilakukan bersama. Termasuk menyemarakkan dan mengintensifkan penyelenggaraan MTQ ini.
“MTQ bukan hanya sebagai ajang perlombaan saja, disana terkandung makna besar, yakni syiar agama untuk mencetak generasi muda yang mencintai Al Qur’an,” imbuhnya.
Gus Muhdlor juga bangga dengan generasi muda Sidoarjo yang masih semangat ikut dalam berlomba-lomba dalam kebaikan. Merawat dan menjaga cahaya Al Qur’an ditengah hiruk pikuk modernisasi yang kental dengan pengaruh gadget, harus terus dilakukan.
“Selamat kepada para peserta yang hari ini mulai mengikuti seleksi MTQ. Semoga muncul bibit-bibit Qori’/ah yang unggul, yang suaranya mampu menggetarkan penduduk bumi dan langit,” tutup suami Ning Sasha tersebut dengan mengamini. (isa/ted)







