Surabaya (beritajatim.com) – Aji Santoso merupakan salah satu pelatih yang tidak terlalu menekankan istilah the winning team kepada tim sepak bola yang dipegangnya. Begitu pula dalam membesut Persebaya Surabaya.
Aji menceritakan jika pernah membangun the winning team kepada beberapa klub yang ia pegang. Namun hal itu tak menjamin kesuksesan.
“Saya sebenarnya tidak percaya ada winning team. Saya pernah berkali-kali mempertahankan winning team, pertama menang, kedua belum tentu menang,”ungkap Aji.
Bahkan ia pun menekankan jika tidak pernah terpaku dengan komposisi suatu tim. Rotasi selalu dilakukan setiap bertanding karena ia tak mau memaksakan kondisi setiap pemain.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persebaya”]
“Yang pasti saya tidak pernah terpaku sama komposisi suatu tim, kalau memang pemain tidak fit saya kan tidak mungkin memaksa juga. Saya mempertahankan pemain itu terkandung performa kondisi pemain. Mungkin bisa saja ke depannya berubah komposisinya. Karena saya sudah berkali-kali saya tandai winning team ternyata kalah, akhirnya saya tidak percaya itu winning team,” ungkap Aji.
Sebelumnya Persebaya memang dikenal sebagai tim yang selalu menang ketika bertading di home base yakni Gelora Bung Tomo, Surabaya. Namun dalam beberapa pertandingan, mitos itu sedikit berubah karena Persebaya terkadang hanya menahan imbang lawan. [way/but]






