Surabaya (beritajatim.com) – Istilah baru muncul kembali di media sosial. Mereka menyebutnya dengan Platonic Relationship. Kita semua paham dan mengerti bahwa manusia terlahir sebagai makhluk sosial yang berarti mereka tidak dapat hidup sendiri sehingga perlu bersosialisasi. Bahkan kehebatan, kekayaan dan semua hal yang mereka miliki, nyata tidak bisa mengubah dalam menjalani kehidupan manusia tetap membutuhkan orang lain.
Membangun hubungan merupakan hal yang penting dan baik untuk dilakukan. Ada berbagai jenis hubungan, mulai dari keluarga yang sudah secara lahir terjalin, kemudian pertemanan yang menciptakan pergaulan dan adanya hubungan antara pria dan wanita sehingga menuju pernikahan.
Pembahasan di usia remaja dan dewasa akan lebih banyak mengarah pada sesuatu hal yang romantis seperti layaknya pacar atau pasangan suami istri. Walaupun ada berbagai jenis hubungan dengan istilah baru tentang pria dan wanita dan semuanya memang tidak selalu bersifat romantis, contohnya platonic relationship.
Berbeda dengan hubungan romantis, platonic relationship memang masing terdengar asing di telinga orang Indonesia. Meskipun, tanpa disadari kita sudah ada yang menjalani hubungan jenis ini.
Bahkan secara tidak langsung, platonic relationship hampir serupa dengan pendekatan. Jadi jenis hubungan ini biasanya hampir sama dengan hubungan pertama sebelum kita memulai tahap romantis dengan seseorang.
Jadi, secara umum platonic relationship merupakan kedekatan antara dua individu tanpa ada perasaan romantis yang melibatkan nafsu. Platonic relationship terkesan sebagai hubungan yang murni, tanpa syarat, dan nafsu, benar-benar sesuatu yang tulus.
[berita-terkait number=”3″ tag=”hubungan”]
Sebenarnya, istilah platonic relationship pertama kali muncul dari filsuf Italia pada abad ke 14. Filsuf Italia itu bernama Marsilio Ficino. Pada 1469, dia menyebutkan jika cinta platonik atau platonic relationship merupakan hubungan kasih sayang antar individu dengan nilai dan tujuan yang mulia.
Hal ini karena hubungan itu tidak mengenal batas apapun, tanpa syarat ataupun tuntutan tertentu. Maka dari itu, besar kemungkinan jika hubungan ini bisa sangat kuat bahkan kuat dari hubungan romantis.
Walaupun, Marsilio Ficino adalah pionir penyebutan istilah platonic relationship, tapi topik ini sudah dibahas lama oleh Plato, filsuf Yunani yang hidup ribuan tahun yang lalu, Plato menyebutkan jika hubungan cinta yang tidak melibatkan hasrat disebut dengan platonic relationship. (PRD/ian)






