Surabaya (beritajatim.com) – Semakin ke sini, semakin banyak kosa kata baru dan kekinian yang digunakan masyarakat, terlebih pada kalangan remaja.
Awalnya, kosa kata tersebut diadopsi dari kebiasaan warga Jakarta Selatan yang kerap menggabungkan bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris. Tak ayal, jika kosa kata tersebut kemudian melahirkan kata baru yang cenderung berbahasa Inggris.
Maraknya kosa kata tersebut di kalangan warganet tentu tidak lepas dari pengaruh media sosial. Meski begitu, tak semua orang tua mengetahui makna kota kata tersebut.
Berikut ini beberapa kosa kata yang kerap digunakan warganet atau anak remaja, di antaranya;
Absurd: Konyol, aneh, bertingkah tidak jelas
Actually: Sebenarnya, ternyata, faktanya
Anhedonia: (Lawan kata dari hedon) kondisi tidak bisa bersenang-senang
ANW: Anyway, ngomong-ngomong
At Least: Setidaknya
Anxiety: Rasa cemas muncul
Burnout: Stres berat biasanya karena pekerjaan atau tugas
Clingy: Sifat terlalu bergantung pada orang lain
Close Minded: Berpikiran tertutup, Sulit menerima hal-hal baru
Cuddling: Pelukan sedikit kebablasan
Cyber Widows: Perempuan yang dicueki pasangannya karena main games
Deep Talk: Membicarakan hal-hal mendalam cenderung sensitif
Detox Sosmed: Menghindari media sosial
Eye Catching: Enak dipandang, menarik
Flexing: Memamerkan sesuatu
Flirtatious Behaviour: Genit
FOMO: Fear a Missing Out, takut ketinggalan trending
Friend with Benefit: Teman rasa pacar
Fyi: For your information, informasi yang mungkin perlu diketahui
Gaslighting: Orang yang menempatkan dirinya selalu benar dan korbannya akan merasa di posisi bersalah
Gate Keeping: Pelit, tidak suka berbagi informasi
Healing: Proses penyembuhan luka batin
Hectic: Sangat padat atau sibuk sehingga tidak bisa membalas di sosial media
Hidden Gem: Tempat indah yang tersembunyi atau belum banyak orang ketahui
Hubi: Penyebutan untuk suami yang biasanya baru menikah
Inner Child: Masih berjiwa kekanak-kanakkan
Invasion of Privacy: Terlalu menggangu masalah orang lain
Jamet: Jablay Metal
Judging: Menghakimi tanpa mmelihat perasaan orang lain
Lowkey: Rahasia yang harus senantiasa dijaga
Makes Sense: Masuk akal, keadaan yang rasional
Me Time: Habiskan waktu untuk diri sendiri
Mirror Selfie: Foto diri sendiri di depan cermin
Morning Person: Orang yang bangun pagi
Noted: Jawaban lain dari ‘siap’
OOTD: Outfit of The Day, kombinasi gaya pakaian yang digunakan di hari ini
Open Minded: Berpikiran terbuka, mudah menerima hal-hal baru
Overproud: Bangga berlebihan
Overthinking: Berpikir berlebihan padahal belum terjadi
Overwhelming: Sesuatu yang berlebihan
Panic Attack: Panik secara tiba-tiba
Part-time Treveller: Orang yang suka jalan-jalan
Personal Space: Ranah pribadi, biasanya untuk meminta waktu agar tidak diganggu
Point of View (POV): Sudut pandang
Quarter Life Crisis: Masalah hidup yang kerap terjadi pada mereka yang berusia 20 tahunan, seperti percintaan, karir, dan masa depan
Roasting: Meledek, Membuat becandaan
Sad Boy: Laki-laki yang dianggap punya kehidupan malang atau menyedihkan
Salty: Menyinggung sesuatu yang tidak disuka
Self Reward: Memberi penghargaan pada diri sendiri
Sense of Belonging: Rasa memiliki
Sexiest: Menghubungkan sesuatu dengan gender
Silent Treatment: Mendiamkan seseorang ketika sedang ada konflik atau masalah
Simp: Cowok yang selalu menurut pada pasangannya atau bucin
Sleppy call: Teleponan sampai ketiduran
Social Butterfly: Mudah bersosialisasi
Socially Awkward: Sulit bersosialisasi
Speed Recovery: Cepat sembuh
Spill: Minta ditunjukkan tips atau rahasia
Strict Parents: Stigma anak pada orang tua yang suka menuntut
Support System: Lingkungan yang mendukung untuk berkembang
Thinker: Tukan mikir
Thrifting: Membeli barang bekas
TMI: To much information, terlalu banyak informasi
To Be Honest: Sejujurnya, jujurly
Too Much: Terlalu berlebihan
Toxic Person: Seseorang yang dianggap membuat tidak nyaman
Toxic Positivity: Terlalu berpikir positif
Toxic Relationship: Hubungan yang merugikan salah satu pihak
Trust Issue: Memiliki masalah kepercayaan dengan seseorang
Uwu: Sesuatu yang membuat iri (biasanya masalah percintaan)
Verbally Abusive: Menyakiti dengan kata-kata
Vibes: Suasana
Whatever: Terserah
Which is: Yang mana
Wifi: Panggilan untuk istri yang kerap digunakan pasangan muda
Word of Affirmation: Kata-kata pujian yang membuat positive vibes
Work-Life Balance: Kondisi pekerjaan dan kehidupan pribadi yang seimbang
Workout: Aktivitas memelihara kebugaran
(fyi/ian)






