Malang (beritajatim.com) – Huỳnh Hoàng Vân Anh, mahasiswa internasional asal Vietnam yang menempuh magister pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengaku terkesan dengan pembelajarannya. Dia juga memiliki cerita menarik dibalik keputusan untuk belajar di negara Indonesia.
Huỳnh Hoàng Vân Anh akrab disapa Rio mengatakan jika awalnya dia berniat untuk mengambil magister bahasa Arab langsung ke negara Arab. Apalagi bidang studi yang ia ambil di jenjang sarjana juga bahasa Arab. Namun sayang, dia terkendala masalah visa.
“Karena terkendala oleh visa, akhirnya saya mencari tahu negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki prodi bahasa arab yang bagus. Setelah riset dan bertanya pada banyak orang, akhirnya Indonesia menjadi negara yang direkomendasikan. Tapi, saya berpikir kenapa tidak mengambil program studi yang sesuai dengan bahasa negaranya. Dari situ saya memutuskan untuk mengambil studi bahasa indonesia dan UMM menjadi pilihan terbaik,” terang Rio, Selasa (16/08/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”UMM”]
Lebih lanjut, dia menjelaskan sebelum masuk perkuliahan, harus belajar bahasa Indonesia selama satu tahun di BIPA UMM. Namun saat masuk masa perkuliahan, pandemi Covid-19 menyerang sehingga memaksanya untuk kembali ke Vietnam dan belajar secara daring. Hal itu membuat dia kesulitan mencari buku-buku untuk memenuhi kebutuhan belajar. Beruntung, pihak BIPA UMM dan teman-teman Indonesia-nya membantu ketika Rio kesulitan.
“Proses belajar di UMM sangat baik dengan fasilitas kampus yang bagus pula. Pemandangan kampus yang indah membuat mahasiswanya bisa bersantai setelah waktu perkuliahan selesai. Para dosen yang mengajar juga berkualitas, mereka banyak membantu menjelaskan apa saja yang saya kurang paham tentang Indonesia,” imbuhnya.
Ada pengalaman menarik yang Rio rasakan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Malang. Kala itu, dia harus pergi ke suatu tempat yang sebenarnya tidak begitu jauh. Namun, dia bingung lantaran saat itu ia sama sekali belum bisa berbicara bahasa Indonesia.
“Jadi saya mencoba bertanya ke masyarakat sekitar. Mungkin karena bahasa Indonesia saya kurang, alih-alih sampai di tujuan, saya malah tersesat di persawahan dan kebun. Padahal lokasinya tidak begitu jauh,” terang Rio sembari tertawa.
Rio juga menjelaskan jika dirinya sempat mempelajari beberapa tari, bahkan juga kesenian gamelan yang diajarkan di BIPA UMM. Selain belajar bahasa, ia juga belajar banyak terkait budaya dan kehidupan orang Indonesia. Menurutnya dia orang di indonesia sangat ramah, sopan dan selalu membantu. Rio yang beragama Budha juga banyak belajar tentang Islam selama berkuliah di UMM. Ia mengungkapkan ketika melihat umat Islam beribadah, hatinya juga turut terasa damai. (dan/kun)






