Malang(beritajatim.com) – Lima mahasiswa Universitas Brawijaya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UB) berhasil mengetahui metode baru pendeteksian merkuri pada kosmetik pemutih dengan limbah kulit Kopi Dampit.
Kelima mahasiswa tersebut yaitu Mashuri Utama, Revika Julia Murti, Anggita Cahyaningrum, Ari Muchson Fadhila, dan Ayu Febriyanti.
Salah satu anggota tim, Ayu Febriyanti memaparkan jika keberadaan limbah kulit kopi robusta Dampit yang melimpah masih terbatas pemanfaatannya bahkan ada yang langsung dibuang. Sehingga, kata dia, tim tergerak melakukan inovasi limbah kulit kopi robusta Dampit sebagai reagen alami yang dimanfaatkan untuk deteksi merkuri.
“Analisis merkuri secara kuantitatif dilakukan dengan memakai nanopartikel perak yang disintesis ekstrak limbah kulit kopi robusta Dampit. Kopi ini kaya senyawa antioksidan sekaligus dapat menstabilkan nanopartikel perak yang dihasilkan. Sampel krim ditambahkan dengan reagen nanopartikel perak yang berwarna jingga kecoklatan. Semakin tinggi kadar merkuri maka intensitas warna larutan semakin berkurang.” papar Ayu pada Senin (15/08/2022).
Metode tersebut, kata Ayu, lebih menguntungkan dari segi biaya dan ramah lingkungan. “Dibandingkan metode standar seperti ICP-MS atau CV-AAS metode ini lebih murah dan ramah lingkungan.” imbuhnya.
Ayu menambahkan jika sintesis nanopartikel yang digunakan cenderung lebih mudah karena hanya memanfaatkan cahaya matahari dengan durasi pendeteksian selama tiga menit dan perubahan absorbansi sudah dapat diamati.
“Pendeteksian kadar merkuri dapat mencapai konsentrasi terendah 0,16 ppm dengan batas maksimum 15 ppm.” ujar Ayu lebih lanjut.
Hermin Sulistyarti, dosen pembimbing, berharap hasil penelitian dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi Mercury test kit yang diproduksi secara masif. “Semoga nanti bisa berguna untuk deteksi merkuri sehingga bisa membantu masyarakat dalam mengantisipasi produk kosmetik yang berbahaya.” terang Hermin.
Sebagai informasi, metode pendeteksi merkuri pada kosmetik pemutih melalui limbah kulit Kopi Dampi masuk ke dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Eksakta Kemendikbud Ristek tahun 2022. Program ini berlangsung selama tiga bulan yaitu dari Juli hingga September 2022. (dan/ted)






