Surabaya (beritajatim.com) – Jika kamu berpikir, bahwa kemampuan leadership hanya dimiliki oleh seseorang yang bekerja sebagai kepala perusahaan, organisasi, atau devisi, maka kamu salah besar.
Seorang CEO perusahaan ataupun seseorang yang menjadi atasan kamu di perusahaan memang akan dilihat sebagai pemimpin, baik mereka menyadarinya ataupun tidak. Tapi terlepas dari apapun pekerjaan dan posisimu di organisasi, kamu juga bisa dipandang orang lain sebagai seorang pemimpin, loh.
Menurut McLeods dalam interview-nya bersama Matt Zeager, ada enam sifat yang harus kamu wujudkan agar dipandang sebagai seorang pemimpin.
1. Kamu mau mendengarkan pendapat dan masukan orang lain
Kebanyakan orang cenderung berpikir bahwa orang yang memiliki sifat kepemimpinan adalah mereka yang pandai berbicara. Tapi seringkali, justru kebalikannya.
“Saya akan memberikan anda sebuah rahasia,” Lisa Earle McLeod mencoba membagikan pandangannya. “Jika anda fokus untuk mendengarkan orang lain, anda bisa dengan mudah mengumpulkan lebih banyak otoritas (dukungan dan kekuatan) tanpa mengucapkan sepatah kata pun.”
[berita-terkait number=”3″ tag=”tips”]
Menjadi seorang pendengar yang ‘sadar’ bukan hanya sekadar menjaga ucapan dan mengangguk-anggukkan kepala. Namun lebih dari itu kamu harus benar-benar memahami apa yang orang lain katakan, memperhatikan bahasa tubuh mereka dan mempertahankan kontak mata.
Terdengar mudah, tapi butuh dedikasi dan sikap yang profesional. “Menjadi pendengar dengan sungguh-sungguh dapat membantu Anda mengurutkan dan membingkai informasi yang didapat. Kemudian jika sudah waktunya anda Berbicara, mereka akan mendengarkan karena mereka tahu bahwa anda telah mengambil peran yang penting dalam sudut pandang mereka,” kata McLeod. “Jika anda ingin dilihat sebagai seorang pemimpin, maka kurangi porsi bicara, beristirahat dan mulai mendengarkan.”
2. Buatlah kesan yang bagus dan profesional selama pertemuan/meeting
Pertemuan, rapat, atau meeting adalah tempat bagi rekan-rekan perusahaan atau organisasi dapat melihat bagaimana personaliti dan sikap kamu. Kunci untuk dapat dilihat sebagai seorang pemimpin selama pertemuan adalah benar-benar memahami bahasan dan menjaga kesan diri sebagai orang yang berkompeten.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sepakbola”]
Ada dua aspek yang dapat menjadi perhatian dalam hal ini. Pertama, kamu harus bisa menguasai topik pembahasan dalam pertemuan yang kamu ikuti. Itu berarti kamu harus mengikuti pertemuan yang benar-benar kamu kuasai secara materi. Agar mempermudah cobalah menyusun agenda pertemuan yang akan kamu ikuti, kemudian mencari topik yang cocok dengan peserta lainnya. Agar terlihat profesional, segeralah membuat Output yang jelas setelah pertemuan usai.
Aspek kedua, jadilah peserta yang aktif bahkan pada agenda pertemuan yang belum kamu kuasai. Maksudnya, kamu harus mengupayakan terlihat antusias dengan bahasan pertemuan, meskipun kamu belum mengerti materinya. Coba lakukan research yang cukup sebelum pertemuan, tunjukkan bahwa kamu orang yang menghargai orang lain dengan mendengarkan selama pertemuan, ajukan pertanyaan terkait bahasan, coba berbagi pendapat yang relevan dan ikuti hasil pertemuan.
Lisa Earle McLeod, kemudian menambahkan. “Sebagai seorang pemimpin yang tidak ‘resmi’, anda memiliki kesempatan untuk mengatur diri anda sendiri. Jika anda siap, fokus dan bertindak sesuai orientasi, maka bertemu dengan rekan kerja atau organisasi dapat menjadi momen yang sangat produktif.”
[berita-terkait number=”3″ tag=”tips”]
3. Secara aktif meningkatkan keterampilan yang dimiliki
Satu sifat yang dimiliki semua pemimpin hebat adalah mereka fokus pada pengembangan keterampilan yang dikuasai. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mendapatkan mentor atau seseorang yang dapat dijadikan contoh inspirasi.
Lisa Earle McLoed mengatakan bahwa orang yang paling berpotensi menjadi mentor adalah bos atau ketua organisasimu. Tapi jika hal itu tidak memungkinkan, maka kamu bisa memulai mencari orang yang tepat untuk dijadikan sebagai mentor mulai dari sekarang.
Lisa Earle McLeod kemudian membagikan pengalamannya sendiri mengenai bagaimana awal mula ia berkarir. Dia merasa terkesan dengan seorang eksekutif kelas atas yang mendapatkan spotlight berita bisnis dunia dan berniat menjadikannya sebagai mentor. McLeod memulainya dengan mengirimi eksekutif itu sebuah pertanyaan melalui email. Eksekutif itu kemudian menjawab pertanyaannya, dan keduanya mulai berbalas pesan mengenai saran dan masukan selama berkarir.
Jika sudah mengerti tips di atas. Yuk, mulai sekarang sedikit demi sedikit terapkan 3 sifat ini agar bisa menjadi seorang pemimpin. (kai/ian)






