Jember (beritajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih dominan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Institute for Social Research (Isre) memperkirakan partai tersebut akan memenangi pemilu legislatif jika dilaksanakan hari ini berdasarkan survei terhadap 750 responden di 31 kecamatan.
Direktur Isre Honest Dody Molasy mengatakan, ada 16 persen responden yang memilih PKB, diikuti PDI Perjuangan (15 persen), dan Gerindra (11 persen). “Hasilnya memang PKB masih dominan. Tapi kalau kita lihat, pergerakan (suara) PKB tidak ada. Hasil survei setahun lalu dengan sekarang memang segitu perolehannya, tidak ada perubahan,” katanya, ditulis Selasa (9/8/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemilu-2024″]
Enam belas persen responden yang memilih PKB sebenarnya mencerminkan besaran pemilih tradisional partai yang identik dengan NU tersebut. Mereka susah untuk pindah ke lain partai. “Kalau kita lihat alasan mereka memilih antara lain PKB sudah dipilih sejak dulu, sesuai dengan keyakinan agama, dan semacamnya. Itu pilihan-pilihan ideologis yang susah untuk berubah,” kata Honest.
“Seandainya PKB melakukan kegiatan untuk menarik simpati pemilih di Jember, maka partai itu bisa mendapatkan suara lebih banyak. Ini karena yang belum menentukan pilihan masih 43 persen,” kata mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ini.
Menurut Honest, seharusnya PKB sudah mulai melangkah dan tidak hanya mengandalkan massa tradisional. “Jumlah masyarakat Jember yang memilih partai karena program kerja yang bagus sangat sedikit, di bawah 5 persen. Jadi mereka memilih mungkin karena ideologinya atau kiainya memilih dan seterusnya,” katanya.
Di antara semua calon legislator DPR RI dari PKB, menurut hasil survei Isre, Syaiful Bahri Ansori paling populer. Elektabilitasnya mencapai 8,8 persen. [wir/kun]






