Surabaya (beritajatim.com) – Dua kali tumbang, Persebaya jelas dalam tekanan. Beberapa pihak mulai memertanyakan kualitas tim besutan Aji Santoso itu.
Persebaya sudah menjalani 3 laga di BRI Liga 1. Hasilnya 2 kekalahan dan 1 kemenangan. Usai menyerah dari Persikabo 1973, Green Force takluk dengan skor tipis 1-0 oleh Bhayangkara FC.
Kemenangan Persebaya dicatatkan di kandang, yakni saat menghadapi Persita. Skor pertandingan itu 2-0.
Menyikapi torehan minor saat laga tandang, Aji Santoso enggan jika timnya disebut jago kandang. Menurutnya, pertandingan yang dilakoni masih panjang. Timnya baru memainkan tiga laga awal.
“Ini masih dua pertandingan (tandang, red), masih terlalu dini juga mengatakan Persebaya jago kandang,” kata Aji, Senin (8/8/2022).
Meski kembali gagal mencuri poin saat laga tandang, dia menyebut, anak asuhnya sudah tampil apik. Permainan yang dijalankan telah sesuai dengan skema miliknya, termasuk dalam laga menghadapai Bhayangkara FC di Stadion Wibawamukti, Bekasi.
“Tetapi yang jelas secara permainan secara keseluruhan kami sangat mendominasi,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persebaya”]
Aji tak menampik, permainan bagus timnya seharusnya bisa memberikan sumbangan poin bagi Persebaya di papan klasemen Liga 1. Sayangnya permainan bagus tidak diimbangi dengan gol-gol ke gawang lawan. Justru Persebaya yang kebobolan.
“Main bagus akan sia-sia kalau tidak ditunjungan dapat poin,” ujarnya. [way/but]






