Gresik (beritajatim.com) – Diduga akibat konsleting listrik, pabrik pallet kayu milik CV Nur Ratna yang berlokasi di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Gresik, ludes terbakar pada Selasa (2/8/2022) sekitar pukul 05.20 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta.
Untuk memadamkan kobaran api itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik mengerahkan tujuh unit mobil pemadam. Dua unit didatangkan dari Damkar Dark Pemkab Gresik, tiga unit dari Damkar Pemkot Surabaya, satu unit dari Garuda Food, dan satu unit dari PT Agrindo.
Api yang melalap bangunan produk pallet kayu serta mobil, mesin produksi dan bahan produksi terus berkobar. Minimnya suplai air cukup menghambat proses pemadaman.
Kepala Dinas Damkarla Gresik, AH. Sinaga menuturkan, butuh waktu hampir enam jam untuk memadamkan api yang melalap produk pallet kayu.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Gresik”]
“Meski telah berhasil dipadamkan petugas kami yang dilapangan masih melakukan pembahasan. Mengingat bahan kayu sangat rentan terbakar,” tutur Sinaga.
Ia menambahkan, selain mengerahkan tujuh unit mobil damkar, pihaknya juga menerjunkan 30 personel gabungan. Para petugas berusaha melokalisir kobaran api.
“Total ada 30 petugas damkar yang diterjunkan memadamkan api yang melalap produksi pallet kayu,” imbuhnya. [dny/beq]






