Surabaya (beritajatim.com) – Beyoncé mengubah lirik lagu dalam album terbarunya ‘Renaissance’ setelah menerima kritik dari komunitas disabilitas. Lagu terbarunya yang berjudul ‘Heated’ mengandung kata ‘spaz’. Berkaca dari kasus kontoversi sebelumnya, kata ini juga menjadikan Lizzo mendapat reaksi keras setelah memasukkan kata ini ke dalam lagu single-nya ‘Grrrls’.
Lirik ‘spaz’ yang berarti kejang dalam lagu ‘Heated’ dikritik karena bermakna cercaan terhadap orang-orang cacat. Dalam perdebatan antar penggemar muncul pernyataan bahwa kata itu mencerminkan istilah medis ‘spastik’.
Melansir Healthline, spastik (spastisitas) adalah kondisi otot yang menegang atau mengencang sehingga menyebabkan aliran cairan di dalam tubuh tidak bekerja dengan normal. Penegangan otot yang tidak normal ini dipicu oleh kontraksi otot yang berkepanjangan.
Menurut Mayo Clinic USA, umumnya spastik dalam cerebral palsy menyebabkan gangguan gerakan terkait dengan refleks yang berlebihan, kelenturan anggota tubuh yang tidak terkontrol, postur yang tidak biasa, gerakan yang tidak disengaja, gangguan keseimbangan ketika berjalan, atau kombinasi dari semuanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”lagu”]
Seseorang dilahirkan dengan cacat kejang akan sulit untuk mengontrol otot-otot di tubuh mereka, terutama di lengan dan kaki. Kamus Collins menyebutkan bahwa kebanyakan seseorang dengan disabilitas ini mengidap cerebral palsy.
Untuk menanggapi kritikan terhadap lirik lagu ini, perwakilan Beyonce meminta maaf karena menimbulkan kekecewaan dan mengganti lirik yang menjadi kontoversi. (kai/ian)






