Lamongan (beritajatim.com) – Vaksinasi PMK pada ternak sapi di Kabupaten Lamongan terus digencarkan. Hingga kini, vaksinasi telah direalisasikan dengan total capaian 16.900 dosis atau 10 persen, terdiri dari tahap 1 dan tahap 2 rencana dilakukan pada Minggu depan sebanyak 9.900 dosis.
Medik Veteriner Madya Disnakeswan Lamongan drh. Rahendra Prasetya menyampaikan, vaksinasi PMK di Lamongan ini dilakukan sejak vaksin sebanyak 7 ribu dosis diterima pertama kali pada tanggal 20 Juli 2022, yang kemudian disuntikkan untuk sapi sejak tanggal 28 Juni lalu.
Sementara, Rahendra menjelaskan, untuk vaksinasi tahap pertama ini direalisasikan pada ternak warga yang belum dilakukan vaksinasi (vaksin perluasan) dan dilanjut vaksinasi ulangan atau tahap kedua.
“Total vaksin yang diterima oleh Lamongan adalah 26.800 dosis. Vaksinasi hingga saat ini sudah mencapai 16.900 dosis dan pengulangan vaksinasi 9.900 dosis. Vaksinasi itu diberikan pada ternak sapi warga yang berada di 16 Kecamatan se-Lamongan,” ungkap Rahendra, Minggu (31/7/2022).
Pihaknya menambahkan, vaksinasi yang dilakukan saat ini dapat diberikan pada ternak yang belum dan telah terinfeksi PMK. Akan tetapi dengan catatan ternak itu harus dalam keadaan sehat ketika dilakukan vaksinasi.
Ia menyebutkan, vaksinasi tersebut akan terus dilakukan hingga ternak warga yang belum mendapat jatah dosis bisa seluruhnya divaksin. Akan tetapi, sebut Rahendra, untuk sementara vaksinasi itu diprioritaskan bagi sapi pembibit betina dan anakan (pedet) di zona hijau wabah PMK.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pmk-lamongan”]
“Tentu dilakukan secara bertahap. Kami akan mendahulukan ternak-ternak yang rentan terhadap virus PMK ini dahulu. Baru kemudian pada ternak lainnya, agar ketika proses vaksinasi tidak membawa virus PMK,” tandasnya.
Lebih lanjut, Rahendra menegaskan, jumlah dosis vaksinasi yang digelontorkan di Lamongan ini dinilai masih sangat kurang. Pasalnya, total populasi sapi di Lamongan ada sebanyak 117.000 ekor.
“Total kebutuhan vaksin di Lamongan mencapai 117 ribu dosis, sesuai dengan total populasi. Setidaknya vaksin ini dilakukan sampai booster, 3 kali,” pungkasnya.
Sebagai informasi, data ternak terindikasi PMK yang diserap dari Dinkes Lamongan per Sabtu (30/7/2022) kemarin, ada sebanyak 3.448 ekor sapi yang tertular PMK, dengan kesembuhan 865 ekor, mati 27 ekor, dijual oleh peternak 75 ekor, 28 ekor dipotong paksa, dan 2.453 ekor yang masih sakit. [riq/but]






