Ngawi (beritajatim.com) – Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi 19 kecamatan di Ngawi terserang wereng. Terparah yakni daerah Kecamatan Ngawi, Kedunggalar, Paron, Geneng, Padas, Pangkur dan Kwadungan. Hama yang menyebabkan daun padi berlubang dan menguning tersebut mengancam petani gagal panen.
“Total 19 kecamatan di Ngawi. Namun, tidak di semua area. Jadi ada di beberapa titik saja. Artinya, hanya di beberapa kawasan,’’ kata Kepala DKPP Ngawi Supardi, Sabtu (30/7/2022).
Karena hama tersebut, dia memprediksi hasil panen musim tanam kedua tahun ini bakal menurun. Berdasarkan data DKPP Ngawi, musim tanam kedua tahun lalu hasil panen padi mencapai 310.091 ton gabah kering panen (GKP). Namun, pihaknya belum mendata lengkap hasil panen musim tanam kedua tahun ini. “Saat ini belum ada pendataan hasil panen musim tanam kedua, karena masih banyak daerah yang belum musim panen,” katanya.
Prediksi menurunnya hasil panen musim tanam kedua tersebut memperburuk produktivitas padi di Ngawi tahun ini. Sebab pada panen musim pertama bulan April kemarin produksi padi di Ngawi hanya menghasilkan 298.679 ton GKP. Hasil tersebut turun 13.655 ton dari tahun lalu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”hama-wereng”]
Pada musim tanam pertama, produktivitas tergolong rendah akibat banyak sawah petani yang terserang jamur pada batang atau daunnya yang mengakibatkan potong leher. “Sedangkan pada musim tanam kedua malah terserang wereng,” terangnya.
Dia menyebutkan produksi padi tahun 2021 lalu Ngawi menjadi produsen padi terbesar di Jawa Timur dan nomor tiga seluruh Indonesia. Yakni mencapai 906.817 ton gabah kering giling (GKG) per tahun. Prediksi menyusutnya hasil produksi padi Ngawi tahun ini. [fiq/suf]






