Jombang (beritajatim.com) – Memasuki 1 Muharram 1444 H atau tahun baru Hijriah, makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ada di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, banjir peziarah. Mereka datang dari berbagai kota. Tujuannya, memanjatkan doa agar di awal tahun ini mereka senantiasa diberi keberkahan.
Tingginya jumlah peziarah itu terlihat sejak pagi. Kendaraan yang berisi rombongan peziarah memadati lokasi parkir. Selain berombongan, ada juga yang datang menggunakan sepeda motor. Tentu saja, lalu lintas yang ada di depan Tebuireng juga padat. Juga di gang masuk sebelah pondok yang menjual oleh-oleh, dipadati pengunjung.
[berita-terkait number=”4″ tag=”makam-gus-dur”]
Peziarah datang silih berganti. Begitu memasuki lokasi makam, mereka membaca tahlil bersama rombongannya, kemudian memanjatkan doa dengan khusuk. “Kami datang dari Gresik secara rombongan. Kami berdoa untuk mendapatkan berkah bulan Muharram. Apalagi sudah satu tahun kami tidak berziarah ke makam Gus Dur,” ujar Ainur, peziarah asal Gresik, Jawa Timur.
Selain Gus Dur, di komplek pemakaman Tebuireng tersebut juga bersemayam sejumlah tokoh lainnya. Di antaranya pendiri NU yang juga kakek Gus Dur, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari, kemudian KH Wahid Hasyim, KH Yusuf Hasyim, KH Salahuddin Wahid, Nyai Lily Wahid, serta kerabat Tebuireng lainnya.
Pengurus Pesantren Tebuireng Jombang Teuku Azwani nampak sibuk di lokasi makam. Dia bersama pengurus lainnya mengatur arus peziarah. Sehingga semuanya berjalan tertib. Menurut Azwani, jumlah peziarah saat libur 1 Muharram ini tembus 10 ribu orang lebih.
Tentu saja, jumlah tersebut meningkat tiga kali lipat jika dibanding dengan hari biasa. “Peningkatannya sekitar tiga kali lipat. Pada hari biasa jumlah pengunjung kisaran 3000 orang. Sedangkan pada awal tahun Hijriah ini tembus 10 ribu peziarah,” ujar pria kelahiran NAD (Nangroe Aceh Darussalam) ini. [suf]






